Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Gali Potensi Desa Budaya, Disparekrafbudpora Gresik Dorong Ekonomi Kreatif Lokal

Hany Akasah • Jumat, 25 April 2025 | 21:16 WIB
GALI POTENSI : Sinergi budaya dan ekonomi kreatif untuk kesejahteraan desa di Kabupaten Gresik
GALI POTENSI : Sinergi budaya dan ekonomi kreatif untuk kesejahteraan desa di Kabupaten Gresik

RADAR GRESIK - Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disparekrafbudpora) Kabupaten Gresik menggelar seminar bertema “Menggali Potensi Desa Budaya sebagai Sumber Ekonomi Kreatif” pada Jumat (25/4).

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Pekan Kebudayaan Daerah 2025 yang berlangsung selama tiga hari, mulai 24 hingga 26 April 2025.

Bertempat di Gedung Nasional Indonesia (GNI) Gresik, seminar ini dihadiri oleh puluhan peserta yang terdiri atas budayawan, pelaku usaha ekonomi kreatif, akademisi, serta perwakilan masyarakat desa dari berbagai wilayah Kabupaten Gresik.

Baca Juga: Istri Anggota DPRD Gresik Ajak Anak Yatim Bahagia, Beri Santunan dan Keliling Naik Bus Wisata Bandar Grissee

Seminar ini menjadi wadah pertemuan gagasan antara dua elemen penting dalam pembangunan daerah, yaitu pelestarian budaya dan pengembangan ekonomi kreatif.

Khurin In Noviarani selaku Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Disparekrafbudpora Kabupaten Gresik menekankan pentingnya sinergi antara pelaku budaya dan pelaku usaha ekonomi kreatif dalam menciptakan kesejahteraan berbasis potensi lokal.

"Harapannya, beberapa contoh atau success story dari para narasumber dapat direplikasi, bukan ditiru, dan disesuaikan dengan kemampuan serta potensi masing-masing desa. Dengan demikian, masyarakat Kabupaten Gresik dapat lebih sejahtera," ujar Khurin.

Lebih lanjut Khurin menyampaikan bahwa seminar ini menghadirkan sejumlah praktisi dan tokoh inspiratif yang telah berhasil mengelola potensi budaya lokal menjadi kekuatan ekonomi baru bagi desa mereka.

Baca Juga: Disparbud Dukung Home Industri Batik Khas Gresik

Salah satu peserta seminar, Kris Aji yang merupakan seorang budayawan asal Gresik, menilai pentingnya sinergitas yang kuat antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku budaya. Ia menyebutkan bahwa pendekatan berbasis budaya dapat melahirkan peluang kerja baru dan mandiri di tingkat desa.

"Apabila terjalin kolaborasi yang baik antara pemerintah dan masyarakat pemilik budaya, baik itu seniman, budayawan, pekerja seni, maupun masyarakat desa sekitar, maka akan muncul potensi baru dari akar budaya setempat. Hal ini dapat menciptakan lapangan kerja baru secara mandiri di desa," jelas Kris Aji.

Selain itu, Kepala Kecamatan Tambak, Bawean Gresik yang turut hadir dalam seminar menyampaikan harapannya agar budaya-budaya khas dari Bawean dapat lebih diperhatikan dan mendapatkan dukungan branding dari pemerintah daerah.

Baca Juga: Disparekrafbudpora Pemkab Gresik Gelar Rakor Pemuda Demi Wujudkan Indonesia Emas 2024

"Kami berharap adanya bantuan dalam hal branding agar kekayaan budaya yang ada di Bawean dapat lebih dikenal luas dan dimanfaatkan secara ekonomi tanpa menghilangkan nilai budayanya," ungkapnya.

Penyelenggaraan seminar ini menjadi salah satu langkah konkret Disparekrafbudpora Gresik dalam mendorong transformasi desa menjadi pusat pertumbuhan ekonomi berbasis budaya. Dengan menggali potensi yang telah ada serta mempertemukan berbagai pihak yang berkepentingan, acara ini diharapkan dapat melahirkan model-model pengembangan ekonomi kreatif yang dapat diterapkan di berbagai desa di Kabupaten Gresik.

"Seminar ini diharapkan dapat menjadi ruang diskusi sekaligus inspirasi bagi desa-desa di Gresik untuk mengembangkan potensi lokal sebagai sumber ekonomi kreatif yang berkelanjutan,". Pungkas Khurin. (fhm/han)

 

Editor : Hany Akasah
#Disparekrafbudpora #Ekonomi Kreatif #lokal #gresik #Desa #BAWEAN #Budaya