RADAR GRESIK – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik berupaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi desa.
Salah satunya dengan mengoptimalkan program pembinaan Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) Masangan Kecamatan Bungah Kabupaten Gresik. Program ini, yang telah berjalan sejak tahun 2020, bertujuan untuk memperkuat penggunaan data statistik dalam pembangunan desa.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Gresik Abu Hassan mengatakan, program yang mengusung tema "Sensus UMKM Desa Masangan sebagai Dasar Membangun Masa Depan Ekonomi Desa Berbasis Digital" ini menyoroti pentingnya pemanfaatan data UMKM untuk mendukung pertumbuhan ekonomi desa.
“Salah satu inovasi yang dikenalkan adalah penggunaan platform digital seperti website desa dan Peken24, sebuah platform perdagangan online untuk pelaku UMKM lokal,” jelasnya.
Perwakilan dari Badan Pusat Statistik (BPS) Tulus Subagiyo berharap program Desa Cantik dapat diterapkan di seluruh desa di Kabupaten Gresik.
“Dengan menjadi Desa Cantik, setiap desa dapat memahami dan memanfaatkan data statistik sebagai landasan untuk pembangunan yang tertatah dan berkelanjutan,” ujar Tulus Subagiyo.
Sekretaris Desa Masangan Muhammad Sobirin mengatakan, pentingnya pendataan sebagai langkah awal memajukan UMKM. Berdasarkan sensus UMKM yang dilakukan, Desa Masangan memiliki 658 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Rinciannya yakni 32,52 persen bergerak di bidang pertanian, 21,4 persen di sektor perdagangan besar dan eceran serta reparasi kendaraan bermotor, 15,3 persen di sektor penyediaan akomodasi dan makanan dan minuman, 14 persen sektor pengadaan gas, listrik, uap, dan air panas/dingin. Kemudian, 12,3 persen sektor industri pengolahan.
“Sensus ini menjadi dasar penting untuk memahami potensi ekonomi Desa Masangan. Data ini nantinya akan diintegrasikan dengan platform digital untuk membantu promosi dan pemasaran produk UMKM secara lebih luas,” ujar Ahmad Shobirin. (dwi/han)
Editor : Hany Akasah