RADAR GRESIK-Ciputra Group terus melakukan ekspansi bisnis. Raksas property Indonesia ini mengembangkan proyek terbarunya yakni CitraLand Gresik Kota.
Proyek seluas 30 hektar ini dikembangkan untuk membidik segmen middle-up di kota Santri yang terus bertumbuh.
Agung Krisprimandoyo, Direktur Ciputra Group, menjelaskan, CitraLand Gresik Kota merurpakan proyek joit operation (JO) antara Ciputra Group dengan GKB Group. Total lahannya seluas 30 hektar. Namun untuk tahap akan dikembangkan dulu 10 hektar.
Pada tahap awal ini akan dikembangkan dua cluster yakni Golden Wood dan Blue Oasis. Nantinya, di dua cluster ini akan dikembangkan sebanyak 150 unit yang terdiri dari berbagai tipe. Dia yakin, kehadiran CitraLand Gresik Kota akan disambut baik konsumen terutama end user.
Sebab, market kelas middle-up di Gresik sebenarnya cukup besar dan terus berkembang. Namun sejauh ini belum ada developer yang mengembangkan hunian di segmen ini secara besar. Sehingga banyak orang berduit di Gresik yang membeli property di Surabaya.
“Peluang inilah yang kami tangkap dengan mengembangkan CitraLand Gresik Kota. Sehingga nantinya, orang-orang berduit di Gresik tidak harus ke Surabaya untuk membeli hunian yang megah dan berkelas, sebab semua sudah ada disini,” kata Agung Krisprimandoyo, Kamis (29/8).
Dikatakan, di Gresik banyak industri besar baik BUMN maupun swasta yang tentunya para professional maupun pengusaha membutuhkan hunian yang sesuai dengan kebutuhan dan gaya hidup mereka.
“Selain itu, di kota ini banyak petani tambak yang sukses. Mereka umumnya ingjn membeli rumah untuk anak dan cucunya. Sehingga CitraLand Gresik Kota bisa menjadi pilihan paling menarik,” tambahnya.
Sementara itu, Gideon Carakaardi Wicaksana, General Manager CitraLand Gresik Kota menambahkan, perumahan mewah ini mengusung tema Lakefront Hillside Living.
Selain dilengkapi berbagai tanaman sehingga asri dan hijau, juga ada beberapa danau untuk menambah kemegahan hunian ini.
Meskipun belum dipasarkan secara terbuka, namun respond market cukup bagus. Terbukti, saat ini sudah ada 150 calon pembeli yang ikut NUP. Mereka akan melakukan pemilihan unit pada tanggal 8 September 2024.
“Kami optimis semua unit tahap pertama ini akan sold out lebih cepat. Saat pre-sales, mereka sangat antusias dan percaya untuk membeli meskipun bangunan belum jadi,” kata Gideon.
Ada tuju tipe yang dikembangkan dari yang paling kecil hingga yang paling besar yakni tipe Agate, Angelite dan Azurite, Amethyst, Alexandrite, Ametrine dan Sapphire. Sementara range harga yang ditawarkan mulai Rp 1 – 4 miliaran.
Hingga saat ini tipe medium dan besar yang paling diminati masyarakat.
Bahkan tipe paling gede, Sapphire yang dibangun persis di depan danau, dengan harga Rp 4 miliaran, sudah sold out. Dan yang menarik lagi, banyak pembeli yang membeli lebih dari satu unit untuk keluarganya.
“Rumah contoh segera kami bangun sehingga calon pembeli bisa melihat detail desain dan layoutnya. Saat ini dilokasi dalam proses pematangan lahan,” tutup Gideon. (fix)
Editor : Hany Akasah