Bea Cukai Gresik Terima Penghargaan dari PJ Gubernur Jatim Atas Perannya dalam Mendorong UMKM Ekspor di Kota Pudak
Muhammad Firman Syah• Jumat, 9 Agustus 2024 | 11:07 WIB
Berbuah Prestasi : Pj Gubernur Jawa Timur, Adhy Karyono menyerahkan penghargaan pembina IKM Ekspor terbaik kepada Kepala Bea Cukai Gresik, Wahjudi Ardijanto.
Gresik (07/08) - Upaya dan dukungan Kantor Bea Cukai Gresik dalam mendorong aktivitas ekspor di kota pudak beberapa tahun terakhir menarik perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Bea Cukai Gresik dinilai telah berhasil membina Industri Kecil Menengah (IKM) di Gresik dari yang hanya menjadi pemain domestik kini menembus pasar global. Atas peranannya inilah Pemerintah Provinsi Jatim memberikan penghargaan kepada Bea Cukai Gresik sebagai lembaga/pembina IKM Ekspor terbaik di Jatim.
Penghargaan diserahkan langsung oleh Pj Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono disaksikan Direktur Fasilitas Kepabeanan dan Cukai Direktorat Bea Cukai RI, Padmoyo Tri Wikanto kepada Kepala Bea Cukai Gresik, Wahjudi Ardijanto disela-sela pembukaan Festival Ekspor 2024 di Hotel Shangri-La Surabaya pada hari Rabu (07/09) kemarin.
Nah, dalam acara yang sama Pj Gubernur juga melepas ekspor dua produk UMKM binaan Bea Cukai Gresik yakni kerajinan rotan produksi Koperasi Kriya Giri Sejahtera Menganti ke Jepang dengan nilai 16.200 dollar AS dan Arang sekam produk PT Aji Bakuh Anugrah ke Korea Selatan dengan nilai ekspor 30.000 dollar AS.
Usai menerima penghargaan, Kepala Bea Cukai Gresik, Wahjudi Ardijanto menyampaikan, keberhasilan Bea Cukai Gresik dalam membina UMKM tidak lepas dari dukungan dan kolaborasi bersama Pemerintah daerah hingga atase Keuangan KBRI Tokyo.
"Bea Cukai Gresik melalui Klinik Ekspor berfokus pada pemberdayaan pelaku UMKM serta dunia usaha di bidang industri dan perdagangan secara luas. Visi utama program klinik ekspor salah satunya memperluas pangsa pasar sehingga mampu berkontribusi dalam menunjang pertumbuhan ekonomi," kata Wahjudi Ardijanto.
Dikatakan, Klinik Ekspor Gresik memiliki tiga kegiatan utama, yaitu sosialisasi, asistensi, dan realisasi. Wahjudi menuturkan melalui kegiatan sosialisasi, peserta Klinik Ekspor memiliki pemahaman tentang bagaimana tata cara prosedur ekspor dan syarat apa saja yang harus dibawa. Selanjutnya, Klinik Ekspor memberikan asistensi kepada para pelaku usaha, antara lain dalam hal legalitas, perizinan, bahkan termasuk pengisian sistem perizinan berusaha terintegrasi yang dikenal dengan Online Single Submission (OSS).
"Penghargaan ini menjadi bukti nyata komitmen Bea Cukai Gresik dalam mendukung pengembangan perekonomian melalui IKM ekspor di Jawa Timur," tandasnya.
Ditempat yang sama, Direktur Fasilitas Kepabeanan dan Cukai, Padmoyo Tri Wikanto berkomitmen untuk terus memberikandukungan dan asistensi yang berkelanjutan sehingga diharapkan semakin banyak UMKM yang mampu menembus pasar internasional, sehingga mampu meningkatkan daya saing produk lokal di kancah global.
"Kami optimis tumbuhnya ekspor UMKM di Jawa Timur akan memberikan dampak penguatan terhadap perekonomian daerah," kata Padmoyo.
Tembus Pasar Global : Pj Gubernur Jatim, Adhy Karyono melepas produk arang sekam Gresik ke Korea Selatan.
Sementara itu, Pj Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono menuturkan pihaknya akan terus mendorong pemerintah desa (pemdes) untuk terus mengembangkan potensi ekonomi yang ada di wilayahnya masing-masing. Bahkan, produk desa yang memiliki kelayakan, didorong untuk ekspor ke pasar internasional. Disamping pihaknya juga terus berupaya meningkatkan jumlah ekspor ke luar negeri, termasuk melalui misi dagang dan pameran internasional.
"Berdasarkan data statistik menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi Jawa Timur pada triwulan I meningkat dari 4,81 persen menjadi 4,89 persen, salah satunya berkat kenaikan nilai ekspor. Khusus kinerja ekspor meningkat sebesar 20,6 persen dan telah membantu mengoreksi neraca perdagangan," kata Adhy.