Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Ekspor Perdana Sekam Bakar ke Jepang, Gus Yani: Jadi Inspirasi Anak Muda Gresik Tingkatkan Kecerdasan Ekonomi

Riri Masfardian • Kamis, 6 Juni 2024 | 00:18 WIB
LEPAS: Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, melepas ekspor perdana sekam bakar ke Nagoya, Jepang di depan kantor Pemkab Gresik pada hari Rabu (5/6).
LEPAS: Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, melepas ekspor perdana sekam bakar ke Nagoya, Jepang di depan kantor Pemkab Gresik pada hari Rabu (5/6).

RADAR GRESIK-Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, melepas ekspor perdana sekam bakar ke Nagoya, Jepang di depan kantor Pemkab Gresik pada hari Rabu (5/6). Sekam bakar tersebut merupakan produksi dari PT. Aji Bakuh Anugrah (PT. ABA).

ABA sendiri memiliki kantor di Jalan Sindojoyo dan memiliki lokasi produksi sekam bakar di berbagai daerah. Diantaranya delapan titik di Kabupaten Gresik, 8 Titik di Kabupaten Lamongan, dan di Situbondo serta Madura masing-maisng satu titik.

Dalam ekspor perdana tersebut, sebanyak 11 ton sekam bakar yang dikirim dengan nilai total setara 38 juta rupiah.

Kepala Kantor Bea Cukai Gresik, Wahjudi Arijanto, menjelaskan bahwa ini merupakan ekspor berkelanjutan. Sebelumnya, PT. Aji Bakuh Anugrah telah melakukan delapan kali ekspor rutin ke Korea Selatan, dan hari ini menjadi perdana untuk ekspor ke Jepang.

“Sekam bakar merupakan bahan baku yang berguna untuk industri pengerasan baja dan industri kaca. Ekspor ini dilakukan melalui Pelabuhan Tanjung Perak dengan target delapan kali ekspor selama sebulan,” pungkasnya.

Sementara itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengucapkan selamat dan sukses kepada PT. Aji Bakuh Anugrah atas ekspor perdana ini. Ia berharap PT. Aji Bakuh Anugrah dapat menjadi inspirasi bagi anak-anak muda Gresik untuk meningkatkan kecerdasan ekonomi.

“Ekspor ini dapat menambah peningkatan bruto dan pendapatan nasional dalam bidang ekspor. kami berharap PT. Aji Bakuh Anugrah dapat terus berkembang dan berkelanjutan,” ujar Gus Yani sapaan akrab Fandi Akhmad Yani.

Gus Yani mengatakan, banyak masyarakat yang takut memulai bisnis ekspor. Namun, dengan kesabaran, ketelatenan, dan sinergi antara Bea Cukai dan OPD, ekspor dapat menjadi mudah.

“Di Gresik, sudah ada 60 perusahaan yang memiliki izin ekspor dengan berbagai macam produk. Kami semua mendorong agar lebih banyak lagi perusahaan, termasuk perusahaan skala kecil dan menengah, yang dapat melakukan ekspor,” imbuhnya.

Menurutnya untuk mempermudah pelaku usaha untuk menjalankan ekspor, Bea Cukai dan Dinas Koperasi, Industri, dan Perdagangan (Diskoperindag) Gresik siap membantu para pengusaha muda di Gresik.

Owner PT. ABA, Shubkhi Basyar (33), menuturkan awalnya berbisnis batok kelapa, namun karena di Jawa lebih banyak dijumpai sekam, ia memilih untuk beralih ke sekam bakar.

“Prosesnya sangat mudah, sekam dibakar hingga menghitam, lalu dimasukkan dalam drum selama 24 jam untuk pendinginan,” terangnya.

Subkhi membuka peluang bagi warga yang ingin mengolah dan menjual sekam. Ia juga berencana untuk mengekspor sekam bakar ke negara lain di masa depan. (rir/han)

Editor : Hany Akasah
#ekspor #bea cukai #gresik #gus yani #sekam #BUPATI #jepang #Bakar