RADAR GRESIK - Hadirnya PT Freeport Indonesia (PTFI) melalui proyek pembangunan Smelter di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) JIIPE Manyar Gresik memberikan multiplayer effect terhadap masyarakat di sekitar proyek.
Salah satunya Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Rukun Sejahtera. Lembaga di bawah naungan Desa Manyar Sidorukun Kecamatan Manyar yang merasakan dampak positif keberadaan proyek Smelter Freeport Indonesia melalui berbagai program pemberdayaan yang dilakukan perusahaan.
Ketua Pengurus Bumdes Rukun Sejahtera, Supriyanto mengatakan, dulu sebelum ada proyek smelter Freeport Indonesia, Bumdes Rukun Sejahtera tidak pernah bisa memberikan kontribusi pendapatan kepada desa.
Bahkan tidak jarang pendapatannya minus saat penyampaian laporan akhir tahun. Padahal saat itu Bumdes Rukun Sejatera telah memiliki sejumlah unit usaha seperti usaha printing dan fotokopi, usaha cuci motor hingga bengkel.
Sejak proyek smelter Freeport Indonesia di Gresik dimulai, kini setiap tahunnya Bumdes berhasil memberikan setoran pendapatan ke Pemerintah Desa hingga ratusan juta rupiah.
Dari kerjasama ini, pada 2022 Bumdes Rukun Sejahtera Gresik berhasil memberikan kontribusi Pendapatan Asli Desa (PADes) Manyar Sidorukum, Gresik hingga Rp 208 juta.
"Pada 2023 Bumdes juga memberikan setoran senilai Rp. 176.399.413 juta ke PADes. Angkanya memang turun dibanding tahun sebelumnya karena kami melakukan penambahan aset berupa pembelian mobil MPV yang kami gunakan untuk mendukung operasional Bumdes," tutur pria yang menjabat sebagai Ketua Bumdes sejak 2019 itu.
Kini mobil MPV milik Bumdes Rukun Sejahtera tidak hanya berfungsi sebagai mobil operasional angkutan saja, Supri bersama pengurus lain telah berhasil menyulap mobil yang dibeli menjadi Small Store (mini market) yang setiap harinya beroperasi untuk memenuhi kebutuhan para pekerja di area Smelter Freeport Indonesia di Gresik.
Mobil operasional jenis Wuling Convero itu bahkan telah menghasilkan omzet hingga ratusan juta setiap bulannya dari usaha bersama Freeport Indonesia di smelter Gresik.
"Kami berharap kedepan jika Freeport sudah beroperasi agar tetap melibatkan masyarakat sekitar. Sebab, perusahaan yang sukses merupakan perusahaan yang mampu mengangkat derajat dan ekonomi masyarakat yang tinggal disekitarnya," pungkas Supriyanto. (fir/han)
Editor : Hany Akasah