RADAR GRESIK-Kemenko Perekonomian RI mengapresiasi 39 Pemerintah Kabupaten (Pemkab) / (Pemkot) Kota di Jawa Timur yang berhasil mencapai pertumbungan ekonomi yang positif. Hebatnya, sebanyak 23 Pemkab dan Pemkot di antaranya mencatat peningkatan skor dari tahun lalu.
Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Perekonomian Ferry Irawan mengatakan, peningkatan skor tertinggi diraih oleh Kabupaten Gresik mencapai 34 poin.Angka itu masuk kategori tertinggi se-Jawa Timur.
“Program-program TP2DD yang baik akan direplikasi menjadi program-program strategis di tingkat nasional," tegas Ferry Irawan.
Kepala Perwakilan BI Jatim Erwin Gunawan Hutapea menjelaskan, ekonomi global tahun 2024 diperkirakan masih tertahan akibat ketidakpastian global.
Akan tetapi, ekonomi nasional hingga triwulan I masih tetap kuat dengan inflasi yang terjaga. Di Jatim, terdapat tantangan, peluang dan outlook perekonomian. Kinerja perekonomian Jatim tahun 2024 membaik dengan inflasi yang terus terjaga di tengah tantangan dan peluang yang ada.
Diproyeksikan ekonomi Jatim tahun 2024 (yoy) berkisar 4,7 persen hingga 5,5 persen sementara proyeksi inflasi Jatim 2024 sebesar 2,5 persen.
"Sampai dengan Maret, realisasi belanja APBN dan APBD di Jatim bersama 38 kabupaten/kota menunjukan kinerja yang membaik, didominasi oleh realisasi belanja operasi. Terutama belanja pegawai dan belanja barang dan jasa. Ditambah, konsumsi pembayaran THR ASN sampai belanja barang dan jasa di Tahun Pemilu pada Februari 2024," jelasnya.
Adhy menjelaskan komitmen dari 5 M yang pertama adalah Komitmen untuk meningkatkan dan mempertahankan Indeks ETPD dalam kategori digital.
Kedua, menggunakan Kartu Kredit Indonesia (KKI) pada segmen pemerintah daerah yang ada di seluruh wilayah Jawa Timur.
Selanjutnya yang ketiga yakni pentingnya mengoptimalkan penggunaan kanal pembiayaan non-tunai khususnya QR Code Indonesia Standart (QRIS) untuk transaksi pemerintah daerah.
Sedangkan keempat dan kelima yakni meningkatkan kualitas layanan dan ekosistem digital melalui pengembangan inovasi oleh Bank Pembangunan Jawa Timur serta Mendorong edukasi dan literasi keuangan digital masyarakat di wilayah Jawa Timur.
"Kami ingin bisa bertransaksi baik ketika melakukan pemungutan pendapatan asli daerah (PAD) dan pembelanjaan yang masuk ke APBD serta seluruh ASN bisa bertransaksi di setiap kantor OPD di Jawa Timur," ungkapnya.
Adhy menyebut, terdapat dua pemerintah daerah di Jatim yang indeks ETPD dengan skor 100 persen yakni Kota Blitar dan Ngawi pada semester II/2023.
"Alhamdulillah rata-rata capaian ETPD semester II tahun 2023 seluruh Pemprov Jatim mencapai 95.24 persen. Diharapkan ke depan ETPD bisa mencapai 100 persen," harapnya. (mus/han)
Editor : Hany Akasah