RADAR GRESIK - Perkembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik diprediksi kedepan akan semakin pesat.
Hal ini tidak lepas dari hadirnya sejumlah investor dan tenant besar di kawasan ini. Melihat hal itu, PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) bersama dengan anak usahanya PT Usaha Era Pratama mendirikan anak usaha baru bernama PT Berkah Renewable Energi Nusantara di dalam kawasan Java Integrated Industrial Port Estate (JIIPE) Manyar Gresik.
Direktur dan Sekretaris Perusahaan AKRA Suresh Vembu mengatakan, PT Berkah Renewable Energi Nusantara nantinya akan bergerak di bidang pengoperasian pembangkit Listrik, serta kegiatan lain yang berkaitan dengan penyediaan energi listrik yang dapat menggunakan berbagai jenis sumber energi, di antaranya energi fosil, energi terbarukan, maupun campuran (hybrid).
“Ini merupakan salah satu langkah AKRA dalam mengambil peluang dari sumber-sumber energi baru yang dibutuhkan oleh pelanggan industri,” kata Suresh.
Dikatakan, pihaknya melihat adanya peluang besar permintaan Listrik dari pelanggan industri yang ada di JIIPE Gresik dan sekitarnya.Meskipun JIIPE sebelumnya sudah memasang panel surya yang disediakan oleh PT Xurya Daya Indonesia (Xurya).
Nah, untuk menunjang pendirian anak usaha baru ini, AKRA telah menempatkan modal Rp 30 miliar dari kas internal. Perusahaan penyalur bahan bakar minyak (BBM) ini akan meninjau kembali kebutuhan modal yang dibutuhkan jika perusahaan sudah mulai beroperasi. Dia optimis pendirian anak usaha baru tersebut bisa menambah pendapatan berulang (recurring income) AKRA dari penyediaan utilitas di JIIPE.
"Lingkup bisnis Berkah Renewable Energi Nusantara akan difokuskan melayani tenant di area JIIPE/ Namun tidak menutup kemungkinan kami mempelajari perkembangan permintaan di luar area JIIPE Gresik,” tandas Suresh.
Sementara itu, sepanjang 2023 pihaknya mencatat JIIPE mampu menarik investor untuk berinvestasi lebih besar, dengan mencatatkan penjualan lahan hingga 90,6 hektare (Ha). Realisasi ini lebih tinggi dari target yang dianggarkan pada tahun lalu, yakni 70 Ha sampai 75 Ha.
Adapun rincian penjualan lahan JIIPE antara lain berasal dari, perusahaan asal Amerika Serikat membeli lahan seluas 10 Ha. Kemudian, investor yang berbasis di Hongkong Kong membeli lahan seluas 61 Ha untuk keperluan pembangunan pabrik solar panel. Terakhir, ada Hailiang yang merupakan produsen lembaran tembaga (copper strip) dari China membeli 19,6 Ha.
Sedangkan untuk tahun ini, target penjualan lahan JIIPE yang dipasang AKRA mencapai 130 Ha. (fir/han)
Editor : Hany Akasah