Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Dampak kenaikan UMK, Bupati Pede Industri Tak Akan Hengkang dari Gresik Karena Punya Kawasan Strategis

Muhammad Firmansyah • Selasa, 5 Desember 2023 | 23:07 WIB
MAGNET INVESTASI: Letak Kabupaten Gresik yang strategis menjadi jujukan investasi dari dalam maupun luar negeri.
MAGNET INVESTASI: Letak Kabupaten Gresik yang strategis menjadi jujukan investasi dari dalam maupun luar negeri.

RADAR GRESIK - Pasca penetapan Upah Minimum Kabupaten (UMK) Gresik 2024 oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani cukup percaya diri bahwa sektor industri di Kota Wali baik-baik saja.

Bahkan, Yani optimis industri eksisting yang ada di Gresik tidak akan hengkang.

Pernyataan tersebut disampaikan Bupati Yani bukan tanpa alasan. Mantan Ketua DPRD Gresik itu menyebut jika Gresik berada di kawasan atau zona strategis yang tidak dimiliki wilayah lain di Jawa Timur sehingga akan menjadi magnet bagi pelaku usaha.

"Kerajaan-kerajaan dulu sudah memotret kita punya garis pantai yang besar. Inilah anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa dan tidak dimiliki oleh daerah lain," tegas Yani.

Hanya saja, lanjut Yani, ada sejumlah tantangan yang tengah dihadapi pemerintah saat ini. Salah satunya adalah pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM). Bupati menyadari, saat ini banyak industri yang sudah melakukan efiesiensi dengan memaksimalkan pegawai yang ada.

Dengan kata lain, industri yang membuka perekrutan pegawai baru mulai jarang. Hal inilah yang mendorong pemerintah untuk menyiapkan SDM berkualitas, punya skill dan multitalenta.

"Saya yakin 100 persen (industri,red) tidak akan pergi (dari Gresik). Sebab, selain teritori yang sangat strategis, infrastuktur disini juga lengkap," imbuh Yani.

Dalam menghadapi tantangan ini dalam waktu dekat Pemkab Gresik akan membentuk sebuah tim yang terdiri dari unsur pemerintah, sektor pendidikan dan pelaku usaha Kadin maupun Apindo membentuk sebuah lembaga yang bertugas menyiapkan SDM terampil yang akan diserap oleh industri di Gresik .

"Kami cukup rasional bahwa tantangan kedepan adalah teknologi. Untuk itu, kami tidak akan membangun Balai Latihan Kerja (BLK) lagi karena fokus kami adalah mendorong integrasi sektor pendidikan dengan industri dalam mempersiapkan SDM unggul," pungkas Yani. (fir/han)

Editor : Hany Akasah
#UMK #SDM #YANI #gresik #Industri #BUPATI #PHK