Manager Humas dan Sumber Daya Manusia (SDM) PT Wilmar Nabati Indonesia, Hartono Subeki mengatakan, saat ini tingkat utilitas plant Oleokimia Wilmar Nabati Indonesia mencapai 90 persen dengan angka produksi 18 ribu metrik ton per bulan.
Angka ini pertumbuhan signifikan dibandingkan pada tahun lalu. "Produk-produk berbasis pengolahan minyak sawit yang menghasilkan produk yang sangat diminati konsumen global. Bahkan tahun ini kami mencatatkan peningkatan ekspor hingga 27 persen," kata Hartono.
Dia menyebutkan, saat ini kapasitas produksi industri oleokimia di Indonesia mencapai 23,3 juta ton per tahun, merupakan yang terbesar di dunia sebagai produk berbahan baku sawit. Nah, Wilmar Gresik menjadi produsen Oleokimia terbesar di tanah air.
"Produk Oleokimia terutama untuk menghasilkan turunan yang lebih hilir lagi dari produk fatty acid, fatty alcohol, dan methyl ester saat ini sangat dibutuhkan industri di masa kini dan industri masa datang guna memenuhi kebutuhan masyarakat global. Sehingga kami akan terus meningkatkan angka produksi," tandasnya.
Sementara itu, Oleokimia Indonesia saat Ini terdiri dari lima kelompok utama yakni fatty acid, fatty alcohol, methyl ester, glycerin dan soap noodle. Produk tersebut diekspor ke berbagai belahan dunia sebesar 3,85 juta ton dengan nilai ekspor 2,64 miliar dolar AS. (fir/han) Editor : Hany Akasah