Usai menerima piagam MURI, Dwi Satrio mengaku jika penghargaan ini didedikasikan untuk seluruh masyarakat Kabupaten Gresik. Menurutnya piagam MURI pemecahan rekor 50 jubung sekaligus menjadi komitmen nyata yang ditunjukkan oleh korporasi dalam mendukung kuliner khas Kota Santri.
"Kami mengucapkan terimakasih kepada seluruh masyarakat Gresik yang selama ini telah mendukung perusahaan hingga mampu berdiri 50 tahun. Tanpa ada sinergitas dan dukungan dari masyarakat tentu kami bukan apa-apa," kata Dwi Satrio.
Dijelaskan, pembuatan 50 ribu Jubung ini melibatkan 35 pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang ada di kota Gresik. Keterlibatan mereka dalam pemecahan rekor kali ini juga merupakan bentuk pemberdayaan pelaku usaha di Gresik.
"Nama Gresik tidak bisa lepas dari Petrokimia. Untuk itu melalui kegiatan ini kami berharap bisa memberikan semangat baru bagi pembuat jajanan tradisional yang tahun lalu terdampak Pandemi covid 19," tegasnya.
Lebih lanjut Dwi Satrio juga tidak lupa mengucapkan apresiasi dan rasa bangganya kepada masyarakat Gresik yang sudah menghadiri Petronite Fest. Menurut data yang dia terima dari panitia, setiap harinya tidak kurang 10 ribu masyarakat berbondong-bondong datang ke halaman SOR Tri Dharma untuk berekreasi bersama keluarga menikmati aneka jajanan dan mengunjungi 557 stand pameran.
"Dua tahun kegiatan Petronite Fest tidak diselenggarakan akibat Pandemi. Malam ini kami ingin kembali menggeliatkan roda ekonomi kerakyatan di kota wali," tuturnya.
Sementara, Representatif MURI Sri Widayati mengatakan, ini bukan pertama kalinya Gresik mencatatkan rekor MURI. Bedanya dalam rekor kali ini, ada makanan khas tradisional yakni jenang jubung yang tercatat dalam jumlah terbanyak.
Baca Juga : HUT ke-50, Petrokimia Gresik Gelar Petronite Festival
“Bila dihitung ada 50 ribu biji jenang jubung dan ini pertama kali yang dicatat di rekor MURI sebagai ulang tahun ke 50 Petrokimia Gresik,” katanya.
Sementara itu, Asisten Perekonomian Pemkab Gresik, Suyono yang hadir dalam pembukaan Petronite Fest menuturkan ada puluhan pelaku UMKM yang dilibatkan dalam pembuatan makanan tradisional jenang jubung. Proses pembuatannya sendiri membutuhkan waktu hingga satu bulan.
“Jenang jubung merupakan makanan khas asli Gresik seperti pudak dan ayas. Ini pertama kalinya masuk tercatat kedalam rekor MURI” tutur Suyono.
Selain jenang jubung, kata Yono, Gresik identik dengan otak-otak ikan bandeng. Semua makanan itu, merupakan satu paket yang jadi oleh-oleh saat bepergian ke luar kota. (*/fir) Editor : Hany Akasah