Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Investasi Rp 800 Juta,Gresik Migas Bangun Pertamini di Halaman Pemkab

Hany Akasah • Selasa, 19 April 2022 | 17:45 WIB
SUDAH SIAP: Kios untuk relokasi pedagang Jalan Raya Manyar sudah siap untuk ditempati. (Dok/Radar Gresik)
SUDAH SIAP: Kios untuk relokasi pedagang Jalan Raya Manyar sudah siap untuk ditempati. (Dok/Radar Gresik)
GRESIK - Perusahaan Daerah (PD) Gresik Migas pada tahun ini menggelontorkan investasi hingga Rp 800 juta untuk membangun stasiun pengisian bahan bakar mini atau yang lebih dikenal Pertamini di halaman Kantor Pemkab Gresik. Bisnis yang bekerjasama dengan PT Pertamina itu ditargetkan akan beroprasi pada kuartal III/2022 ini.

Direktur Utama PT Gresik Migas (Perseroda), Habibullah mengatakan, bisnis pengisian bahan bakar tersebut rencananya akan menjadi bisnis baru yang akan dijalankan oleh korporasi disamping bisnis stasiun pengisian bahan bakar bagi nelayan (SPBBN) dan perusahaan pengisian oksigen (Filling Station).

"Yang paling dekat ini kami akan membuka Pertashop atau SPBU Mini bekerjasama dengan Pertamina. Segala persiapannya sudah dilakukan sejak awal tahun," ujar Habibullah, Senin (18/4).

Baca Juga : Dewan Minta Gresik Migas Cari Terobosan Bisnis Baru

Nantinya Pertashop Pemkab Gresik akan melayani penjualan BBM jenis Pertamax dan Dexliter. Adapun kapasitas tangki Pertashop Gresik Migas di halaman Pemkab Gresik mencapai 3.000 liter untuk setiap jenis BBM. Menurut Habib, adanya Pertashop di halaman Pemkab Gresik akan memudahkan masyarakat khususnya Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam memperoleh BBM.

"Prinsipnya kami ingin mendekatkan layanan kepada masyarakat," imbuhnya.

Gresik Migas memilih membuka Pertamini dibandingkan SPBU, Habib menuturkan jika investasi  yang harus digelontorkan oleh korporasinya apabila membuka SPBU cukup besar. Dalam hitungan kasar pihaknya harus merogoh kantong perusahaan hinggal lebih dari Rp 10 miliar. Ditambah waktu Break Event Point (BEP) yang cukup lama.

"Jadi kami tidak ingin muluk-muluk. Yang bisa kami jangkau ingin kami realisasikan dulu. Syukur-syukur jika nanti ini besar kami punya modal cukup untuk membangun SPBU," tandasnya. (fir/rof) Editor : Hany Akasah
#pertamini #pemkab gresik #gresik #GRESIK MIGAS