Direktur Utama PT Gresik Migas (Perseroda), Habibullah mengatakan, bisnis pengisian bahan bakar tersebut rencananya akan menjadi bisnis baru yang akan dijalankan oleh korporasi disamping bisnis stasiun pengisian bahan bakar bagi nelayan (SPBBN) dan perusahaan pengisian oksigen (Filling Station).
"Yang paling dekat ini kami akan membuka Pertashop atau SPBU Mini bekerjasama dengan Pertamina. Segala persiapannya sudah dilakukan sejak awal tahun," ujar Habibullah, Senin (18/4).
Baca Juga : Dewan Minta Gresik Migas Cari Terobosan Bisnis Baru
Nantinya Pertashop Pemkab Gresik akan melayani penjualan BBM jenis Pertamax dan Dexliter. Adapun kapasitas tangki Pertashop Gresik Migas di halaman Pemkab Gresik mencapai 3.000 liter untuk setiap jenis BBM. Menurut Habib, adanya Pertashop di halaman Pemkab Gresik akan memudahkan masyarakat khususnya Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam memperoleh BBM.
"Prinsipnya kami ingin mendekatkan layanan kepada masyarakat," imbuhnya.
Gresik Migas memilih membuka Pertamini dibandingkan SPBU, Habib menuturkan jika investasi yang harus digelontorkan oleh korporasinya apabila membuka SPBU cukup besar. Dalam hitungan kasar pihaknya harus merogoh kantong perusahaan hinggal lebih dari Rp 10 miliar. Ditambah waktu Break Event Point (BEP) yang cukup lama.
"Jadi kami tidak ingin muluk-muluk. Yang bisa kami jangkau ingin kami realisasikan dulu. Syukur-syukur jika nanti ini besar kami punya modal cukup untuk membangun SPBU," tandasnya. (fir/rof) Editor : Hany Akasah