CEO DP World Sultan Ahmed bin Sulayem sesaat sebelum penandatanganan perjanjian jangka panjang dengan para mitra salah satunya Maspion Group terkait rencana pembangunan tersebut pada 5 Maret 2021. "Pelabuhan peti kemas dan kawasan logistik industri] 2022 ditargetkan sudah bisa beroperasi," kata dia dalam siaran tertulis.
Menurutnya, pertumbuhan ekonomi Indonesia akan sangat besar apalagi didukung dengan populasi yang sangat tinggi. Di antara negara kawasan Timur lainnya, Indonesia yang paling berpotensi untuk dikembangkannya pelabuhan peti kemas internasional. "Kami juga melihat ada potensi mineral yang sangat tinggi dan juga perikanan dan dunia floranya sangat banyak. Jadi rencana pembangunan pelabuhan peti kemas ini] dilihat dari peluang tersebut," ujar Sultan.
Lebih lanjut dia menuturkan, DP World akan membangun pelabuhan peti kemas internasional berkapasitas 3 juta kontainer dan 100 hektar kawasan industri (industrial park). Untuk tahap awal, akan ada 1.200 lapangan pekerjaan yang tentunya akan terus bertambah dengan adanya arus logistik dan industrial park, serta sektor-sektor yang mendukung pelabuhan peti kemas tersebut.
"Untuk mewujudkan itu semua perlu dibangun adalah infrastruktur, bukan hanya pelabuhan saja tapi sektor yang lebih mendukung ke logistik seperti transportasi untuk memastikan alur logistik dan barang berjalan dengan baik," jelasnya. (fir/han) Editor : Hany Akasah