Penyerahkan Banpres Usaha Mikro diserahkan secara simbolis kepada lima pelaku usaha mikro yang tinggal di Kabupaten Gresik dan Lamongan. Mereka antara lain Suwati, Trigali Setyorini, Fitri Sri Wahyuni, Sukesi, dan Dwi Fitya Zulfa. Kelima orang tersebut sehari-hari berprofesi sebagai pedagang warung hingga pembuat aneka kue.
Pada Kesempatan itu Menko PMK, Muhaddjir Effendi mengungkapkan, pemerintah menyadari jika mayoritas penduduk di Indonesia bekerja sebagai pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Bahkan, data yang dimiliki 85 persen penduduk bekerja sebagai pelaku usaha mikro.
“Melihat besarnya sektor ini pemerintah tentu memberikan dukungan yang tinggi. Utamanya dalam rangka pemulihan ekonomi pada tahun depan,” kata Menko PMK, Muhaddjir Effendi.
Dijelaskan tidak hanya melalui penyaluran bantuan tunai, wujud dukungan pemerintah pada sektor ini juga berupa kebijakan yang pro terhadap UMKM. Mulai dari kelonggaran pajak, memberikan insentif pinjaman hingga memangkas prosedur perizinan yang menghambat. Banpres Produktif Usaha Mikro merupakan bantuan dalam bentuk uang yang diberikan kepada pelaku usaha mikro yang bersumber dari APBN dengan tujuan membantu pelaku usaha mikro untuk mampu bertahan menjalankan usahanya ditengah krisis akibat pandemi Covid-19 dalam rangka program PEN. Bantuan diberikan dalam bentuk uang Rp 2,4 juta ke rekening penerima bantuan BPUM.
Di tempat yang sama, Pemimpin BNI Kantor Wilayah Surabaya, Muhammad Gunawan Putra merincikan dari penerima bantuan yang disalurkan oleh Bank BNI Cabang Gresik sejumlah 31.447 banpres untuk pelaku usaha Mikro di Gresik.
“Bank BNI senantiasa hadir dan mendukung aktivitas pelaku usaha mikro agar usahanya semakin maju dan berkembang,” kata Gunawan. Dia juga menegaskan bila di tengah pandemi Covid-19, BNI akan tetap memberikan layanan terbaik bagi nasabah yang bertransaksi di Outlet dengan menerapkan protokol kesehatan. “BNI akan terus berinovasi dalam memberikan kemudahan kepada Nasabah untuk bertransaksi dengan layanan digital BNI yaitu Mobile Banking, “ tegas Gunawan Putra. (fir/han) Editor : Hany Akasah