Dalam kegiatan hadir pengurus Perkumpulan Pengelola Sampah dan Bank Sampah Nusantara (Perbanusa) DPD Jawa Timur.
Kegiatan diawali dengan penimbangan bersama di Bank Sampah Induk Hobastank dan dilanjutkan dengan dialog bersama. Peserta saling berbagi pengalaman kendala masing-masing dalam mengelola bank sampah, kendala yang sering dihadapi bank sampah terkait harga beli yang rendah, kesadaran masyarakat dan dukungan pengembangan SDM serta lembaga yang dirasa kurang.
Ketua Perbanusa DPD Jawa Timur, Adi Prasetyo mengatakan, kader Bank Sampah harus berkolaborasi dengan semua pihak mulai dari pemerintah kota, industri daur ulang, perguruan tinggi dan lembaga lainnya.
"Mindset dalam mengelola bank sampah bukan cuma masalah jual barang namun bank sampah harus menjadi bagian dari pengelolaan lingkungan hidup lebih luas dan meningkatkan ekonomi warga. Jadi kalau bisa bank sampah itu juga terhubung dengan ketahanan pangan, kampung wisata, umkm," kata.
Di tempat sama, Ketua Bidang Organisasi, Anggota dan Kaderisasi Perbanusa Jatim, Totok Mujiono mengatakan melalui kegiatan ini pihaknya ingin mengajak semua pegiat bank sampah memiliki taraf hidup yang lebih sejahtera.
"Salah satu caranya mendorong bank sampah mengadakan kolaborasi dan kerjasama langsung dengan industri daur ulang. Itu hanya bisa dilakukan jika bersama-sama," paparnya.
Suasana acara yang santai namun erat dengan nuansa kekeluargaan membuat para pegiat leluasa saling membagikan pengalaman masing-masing. Kegiatan ditutup dengan pembentukan pengurus DPD Perbanusa Kab.Gresik.
"Dari paparan acara tadi saya sangat senang karena banyak ilmu yang kami dapat." kata Ketua Perbanusa Gresik, Mulyo. (*/han) Editor : Hany Akasah