RADAR GRESIK — Sepanjang satu tahun terakhir, kepemimpinan Fandi Akhmad Yani bersama Asluchul Alif menunjukkan arah pembangunan Kabupaten Gresik yang konsisten, terukur, dan berpijak pada kebutuhan riil masyarakat.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik tidak hanya memprioritaskan pembangunan fisik, tetapi juga memperluas jangkauan perlindungan sosial, memperkuat layanan publik, serta menyiapkan sumber daya manusia (SDM) sebagai fondasi pembangunan jangka panjang.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menegaskan pembangunan daerah tidak boleh berhenti pada capaian angka semata.
“Ukuran keberhasilan pembangunan adalah ketika masyarakat benar-benar merasakan manfaatnya. Infrastruktur, layanan sosial, dan pendidikan harus hadir untuk menjawab persoalan nyata warga,” ujar Bupati yang akrab disapa Gus Yani itu.
Infrastruktur Jadi Tulang Punggung Pembangunan
Pembangunan infrastruktur tetap menjadi agenda utama Pemkab Gresik. Sepanjang tahun, perbaikan dan pembangunan jalan, jembatan, serta fasilitas publik dilakukan secara bertahap dan merata. Fokus diarahkan pada wilayah dengan mobilitas tinggi dan daerah yang selama ini mengalami keterbatasan akses, termasuk kawasan Gresik Selatan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Gresik, Dhiannita Tri Astuti menjelaskan pembangunan infrastruktur kini dilakukan berbasis skala prioritas dan hasil pemetaan kebutuhan lapangan.
“Kami tidak lagi sekadar membangun, tetapi memastikan fungsi infrastruktur benar-benar mendukung aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat,” jelasnya.
Pembangunan infrastruktur diposisikan sebagai strategi membuka konektivitas desa–kota, mempercepat distribusi logistik, serta meningkatkan keselamatan dan kenyamanan mobilitas warga.
Gresik Selatan Jadi Perhatian Serius
Wilayah Gresik Selatan menjadi salah satu fokus utama karena karakter geografis dan kepadatan lalu lintasnya. Pemkab Gresik mempercepat rehabilitasi jalan rusak, peningkatan sistem drainase, hingga penataan jalur transportasi. Dampaknya dirasakan langsung oleh pelaku industri rumahan, petani, dan pedagang yang sangat bergantung pada akses jalan yang layak.
Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif menegaskan bahwa pemerataan pembangunan menjadi prinsip utama pemerintah daerah.
“Kami ingin memastikan tidak ada wilayah yang tertinggal. Infrastruktur di Gresik Selatan adalah bagian dari keadilan pembangunan,” ujarnya.
RTLH, Air Bersih, dan Lingkungan
Komitmen tersebut selaras dengan progres program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di sejumlah wilayah. Di Desa Campurejo, Kecamatan Panceng, hingga 26 November 2025, peningkatan kualitas rumah telah mencapai 39 unit dari total 43 unit, sementara pembangunan rumah baru mencapai 50 unit dari target 102 unit.
Gus Yani menegaskan percepatan penanganan RTLH menjadi prioritas agar warga kurang mampu dapat tinggal di lingkungan yang layak, aman, dan sehat.
“Permukiman kumuh harus ditangani secara menyeluruh, bukan parsial. Tidak hanya soal rumah rusak, tetapi juga sanitasi, air bersih, dan kepastian legalitas lahan,” tegasnya.
Di sektor air bersih, Pemkab Gresik telah merampungkan pembangunan reservoir di Kecamatan Duduksampeyan dan Kebomas untuk memperkuat jangkauan layanan PDAM. Selain itu, prasarana air bersih di Desa Raci Tengah, Kecamatan Sidayu, juga disiapkan untuk mendukung pendirian Sekolah Rakyat Terintegrasi.
Sementara itu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terus mengembangkan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Belahan serta pengadaan mesin pengolah sampah di Ngipik. Edukasi masyarakat dan penegakan regulasi menjadi kunci.
“Kesadaran memilah sampah masih perlu ditingkatkan. Perda larangan plastik sekali pakai harus ditegakkan, termasuk sanksinya,” tegas Kepala DLH Sri Subaidah.
Solusi Lalu Lintas dan Penataan Kota
Sebagai solusi konkret mengurai kepadatan lalu lintas, Pemkab Gresik menghadirkan kebijakan Tempat Parkir Gratis di Ngawen, Kecamatan Sidayu. Program ini dinilai efektif menata parkir kendaraan di kawasan rawan macet.
Kepala Dinas Perhubungan Gresik, Khusaini, menyebut kebijakan tersebut berdampak signifikan terhadap kelancaran arus lalu lintas dan ketertiban ruang publik.
“Pendekatannya sederhana, tetapi langsung menyasar sumber masalah di lapangan,” ujarnya.
Selain itu, Pemkab Gresik juga fokus pada penataan di wilayah Bandar Grissee yang kini menjadi wisata kota lama yang jadi jujukan warga baik dalam maupun luar kota.
Perlindungan Sosial Makin Kuat
Di bidang perlindungan sosial, penguatan Unit Pelaksana Teknis Perlindungan Perempuan dan Anak (UPT PPA) menjadi capaian penting. Sepanjang tahun 2025, UPT PPA Gresik menangani 442 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Kepala Dinas KBPPPA Gresik, Titik Ernawati, menilai tingginya laporan sebagai indikator meningkatnya kesadaran publik.
“Masyarakat kini semakin berani melapor. Ini menunjukkan edukasi dan sosialisasi mulai membuahkan hasil,” ujarnya.
Kepala UPT PPA Gresik, Ratna Faizah, menekankan pentingnya pencegahan sejak hulu.
“Penanganan kasus harus dibarengi penguatan keluarga, pola asuh positif, dan perubahan budaya yang menolak kekerasan,” tegasnya.
Komitmen perlindungan sosial juga diwujudkan melalui TPA Masmundari, tempat penitipan anak bagi ibu pekerja rentan. Fasilitas ini menjadi simbol kebijakan ramah keluarga sekaligus mendukung produktivitas perempuan.
Bantuan Sosial Tepat Sasaran
Untuk memastikan keadilan sosial, Dinas Sosial Kabupaten Gresik menerapkan asesmen penerima bantuan sosial berbasis data. Kepala Dinas Sosial Gresik, dr. Ummi Khoiroh, menyebut verifikasi lapangan dan pemutakhiran data menjadi kunci.
“Bantuan harus diterima mereka yang benar-benar berhak. Transparansi dan akurasi data menjadi fondasi,” ujarnya.
Siapkan SDM Lewat Gresikkerja dan Pendidikan Inklusif
Dalam menjawab tantangan ketenagakerjaan, Pemkab Gresik menjalankan Program Gresikkerja yang mencakup pelatihan berbasis kebutuhan industri, sertifikasi, hingga fasilitasi penempatan kerja. Kepala Dinas Tenaga Kerja Gresik, Zainul Arifin, menegaskan tujuan utama program ini.
“Kami ingin tenaga kerja lokal menjadi tuan rumah di daerahnya sendiri,” katanya.
Di sektor pendidikan, Pemkab Gresik memantapkan persiapan Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) bagi anak-anak keluarga prasejahtera, ditandai dengan visitasi ke Sekolah Rakyat Terintegrasi 45 Semarang. Selain itu, Program Jaketku terus dijalankan untuk menjangkau warga putus sekolah melalui jalur kejar paket.
Sebagai visi jangka panjang, Pemkab Gresik juga menginisiasi Gresik Universal Sains guna menumbuhkan budaya belajar, inovasi, dan daya saing generasi muda.
“Infrastruktur bisa dibangun, tetapi tanpa SDM unggul, pembangunan tidak akan berkelanjutan,” tegas Gus Yani.
Arah Pembangunan Berkelanjutan
Kaleidoskop setahun ini menunjukkan bahwa kepemimpinan Bupati Fandi Akhmad Yani dan Wakil Bupati Asluchul Alif bergerak dalam koridor kolaborasi, berbasis data, dan berpihak pada kelompok rentan. Program pembangunan dirancang saling menguatkan antara infrastruktur, perlindungan sosial, pendidikan, dan ketenagakerjaan.
Dengan fondasi kebijakan yang inklusif dan berkelanjutan, Pemkab Gresik menegaskan arah pembangunan yang tidak hanya mengejar pertumbuhan ekonomi, tetapi juga keadilan sosial dan peningkatan kualitas hidup masyarakat. (han)
Editor : Hany Akasah