Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Soroti Target PBG Rp75 M, DPRD Gresik Sebut Program MBG dan KDKMP Berpotensi Dongkrak Pendapatan

F
Penulis: Fajar Yuliyanto❯
Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Gresik, Muhammad Kurdi. (Foto : Dok/Radar Gresik)
Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Gresik, Muhammad Kurdi. (Foto : Dok/Radar Gresik)

Advertisement

RADAR GRESIK — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gresik mengingatkan pemerintah daerah agar menghitung potensi pendapatan daerah secara realistis. Langkah ini dinilai krusial agar target yang ditetapkan dalam dokumen anggaran tidak terlampau tinggi dan tetap berpijak pada kondisi riil di lapangan.

Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Gresik, Muhammad Kurdi, menyampaikan bahwa masih terdapat sejumlah peluang potensial yang dapat dimanfaatkan untuk mendongkrak penerimaan daerah.

Salah satunya berasal dari pembangunan fasilitas pendukung program pemerintah pusat, seperti program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

Menurutnya, pembangunan berbagai sarana fisik untuk program tersebut berpotensi memberikan sumbangan penerimaan daerah melalui retribusi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), Sertifikat Laik Fungsi (SLF), serta komponen pajak dan retribusi terkait lainnya.

“Program MBG dan KDKMP ini juga menjadi potensi sumber pendapatan baru. Ada PBG, SLF, kemudian komponen pajak dan retribusi lainnya,” kata sosok yang akrab disapa Gus Kurdi tersebut.

Advertisement

Kendati demikian, Gus Kurdi mengimbau agar seluruh potensi baru tersebut tidak lantas dimasukkan secara intuitif sebagai target penerimaan pasti.

Pemerintah daerah diminta cermat melihat progres pembangunan di tiap-tiap wilayah guna memastikan penerimaan yang diproyeksikan benar-benar dapat terealisasi masuk ke kas daerah.

Pertimbangan ini didasari oleh laju pembangunan fasilitas MBG dan KDKMP antarwilayah yang belum tentu seragam. Di samping itu, adanya perubahan kebijakan teknis terkait PBG serta hambatan regulasi kerap memengaruhi besaran penerimaan secara keseluruhan.

“Perhitungannya tetap harus mengacu pada kondisi lapangan, perubahan kebijakan PBG, hambatan regulasi, serta potensi pendapatan yang memang benar-benar bisa direalisasikan,” ujarnya.

Secara khusus, Gus Kurdi menyoroti target penerimaan dari sektor PBG yang dipatok mencapai Rp75 miliar. Ia menilai angka tersebut masih terlalu tinggi jika mengacu pada mekanisme serta kondisi perizinan yang berlangsung saat ini. Target yang dinilai lebih rasional menurutnya berada di kisaran Rp40 miliar hingga Rp50 miliar.

Advertisement
Editor : Hany Akasah
Sumber : Radar Gresik

Artikel Terkait

DPRD Gresik Soroti Kebutuhan 4.000 Titik PJU di Wilayah Kabupaten Gresik

DPRD Gresik Soroti Kebutuhan 4.000 Titik PJU di Wilayah Kabupaten Gresik

RADAR GRESIK — Kebutuhan Penerangan Jalan Umum (PJU) di Kabupaten Gresik dinilai masih sangat jauh dari kondisi ideal. Seiring meningkatnya konektivitas antarwilayah melalui pembangunan serta peningkatan kualitas jalan,

Bentengi Desa dari Ekspansi Industri, DPRD Gresik Dorong Ranperda Kawasan Perdesaan

Bentengi Desa dari Ekspansi Industri, DPRD Gresik Dorong Ranperda Kawasan Perdesaan

RADAR GRESIK – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gresik menggelar uji publik (public hearing) guna menyerap aspirasi masyarakat terkait lima Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Inisiatif DPRD Tahun 2026.

Respons Aspirasi Massa, Ketua DPRD Gresik Siap Kirim Surat Dukungan RUU Perampasan Aset ke Pusat

Respons Aspirasi Massa, Ketua DPRD Gresik Siap Kirim Surat Dukungan RUU Perampasan Aset ke Pusat

RADAR GRESIK – Gelombang tuntutan pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset terus bergema hingga ke daerah. Puluhan massa aksi yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Melawan (GERAM) menggelar demonstrasi di d

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer