RADAR GRESIK – Kabar duka menyelimuti Pemerintah Kabupaten Gresik. Kepala Desa (Kades) Madumulyorejo, Kecamatan Dukun, Leo Wira Hardiono (31), dilaporkan meninggal dunia setelah mobil sedan yang ditumpanginya mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Raya Karanggeneng - Sukodadi, tepatnya di Desa Takerharjo, Kecamatan Solokuro, Lamongan, pada Kamis (22/1) sore.
Kecelakaan bermula saat mobil sedan Timor bernomor polisi N 1012 FH yang dikemudikan oleh M. Munif (36) melaju dari arah utara.
Mobil tersebut membawa tiga orang penumpang, yakni Leo Wira Hardiono (Kades Madumulyorejo), Ahmadu Kumara Seta (32), dan Qolbi Mahvi Putra (23).
Sesampainya di lokasi kejadian, mobil diduga mengalami selip dan oleng ke arah kanan. Akibat kehilangan kendali, kendaraan tersebut menghantam pohon di pinggir jalan dengan keras hingga mengalami kerusakan parah (ringsek).
Dampak dari benturan keras tersebut mengakibatkan dua orang penumpang yang duduk di bagian belakang meninggal dunia akibat luka serius di bagian kepala.
Dia korban meninggal Leo Wira Hardiono dan Ahmadu Kumara Seta, sementara satu korban luka Qolbi Mahvi Putra yang engalami cedera kepala ringan dan kini dalam perawatan medis.
Kasus ini tengah ditangani oleh Unit Laka Lantas Polres Lamongan untuk penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab pasti kecelakaan.
Kabar meninggalnya Leo Wira Hardiono dikonfirmasi oleh Kepala Desa Gredek, Muhammad Bahrul Ghofar. Beliau membenarkan bahwa rekan sejawatnya tersebut merupakan sosok pemimpin muda yang menjabat sebagai Kades Madumulyorejo periode 2022–2028.
"Iya benar, korban kecelakaan di Jalan Raya Takeran, Lamongan adalah beliau (Leo Wira Hardiono)," ujar Ghofar singkat saat dikonfirmasi.
Selain menjabat sebagai Kades, mendiang juga diketahui baru saja dilantik sebagai anggota DPC Persaudaraan Kepala Desa Indonesia (PKDI) Kabupaten Gresik untuk periode 2025-2030. (yud/han)
Editor : Hany Akasah