Sebanyak 100 titik resapan biopori tertanam di berbagai lokasi. Biopori tersebut tersebar di berbagai area sekolah, 30 titik di halaman dan taman, 30 titik di lapangan, 17 titik di green house, 15 titik di Taman Rengganis, serta 8 titik di Taman Simbada.
Kepala UPT SMP Negeri 26 Gresik, Mahmudiono memaparkan para guru dan siswa sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut. Kegiatan tersebut berjalan lancar atas kerjasama warga sekolah.
"Kegiatan kami awali dengan pembagian tugas dilanjutkan mengebor, menanam pipa, dan mengubur dedaunan. Selanjutnya akan kami lakukan pemeliharaan secara berkala," tuturnya.
Baca Juga : Cegah Abrasi, Ribuan Mangrove Ditanam di Perairan Desa Karangkiring
Melalui penanaman biopori tersebut, lanjut Mahmudiono, UPT SMP Negeri 26 Gresik turut berpartisipasi sebagai peserta lomba. Dengan menanam 100 biopori sebagai wujud turut mengaktualisasikan program terkait pemanfaatan dan pengelolaan air hujan sebagai output kunci Nawa Karsa Gresik Lestari.
Menurut Mahmudiono sebagai sekolah yang akan menuju Adiwiyata nasional merupakan keharusan bagi UPT SMPN 26 Gresik untuk terlibat langsung dalam kegiatan tersebut.
" Kegiatan ini memiliki tujuan mengurangi genangan air dan banjir, meresapkan air, produksi kompos, juga mengurangi sampah organik. Sehingga menciptakan sekolah yang nyaman, asri, rindang, hijau, juga menyenangkan untuk belajar" imbuh Mahmudiono.
Baca Juga : UPT SMPN 26 Gresik Gelar Aksi Melukis dan Menanam Pohon
Selain menanam biopori UPT SMPN 26 Gresik juga mengajak para siswa beserta guru melukis di tembok sekolah. Sebelumnya kegiatan penghijauan dengan menanam pohon juga dilaksanakan oleh UPT SMPN 26 Gresik. (rir/han) Editor : Hany Akasah