Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Gelar Pengabdian Masyarakat di SMK Muhammadiyah 2 Gresik, Dosen UMG Ajak Konversi Lahan Hidroponik untuk Ketahanan Pangan

Riri Masfardian • Rabu, 8 Mei 2024 | 23:13 WIB
Dosen UMG dan Mahasiswa Gelar Pengabdian Masyarakat di SMK Muhammadiyah 2 Gresik
Dosen UMG dan Mahasiswa Gelar Pengabdian Masyarakat di SMK Muhammadiyah 2 Gresik

RADAR GRESIK - Dosen Fakultas Pertanian bersama mahasiswa Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) menggelar pengabdian masyarakatdi SMK Muhammadiyah 2 Gresik di Benjeng. Kegiatan tersebut mengusung konsep konversi lahan untuk hidroponik sebagai Solusi kreatif ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat, dan berlangsung sejak Maret hingga Juni 2024.

Tim dosen UMG terdiri dari Wiharyanti Nur Lailiya, SP., MP, Dwi Retnaningtyas Utami, Andi Rahmad Rahim dan Suhaili. Dibantu oleh tiga mahasiswa Mohammad Hariyanto, Arief Sofyan Anugrah dan Setya Maulina Primayunita.

Diungkapkan Wiharyanti Nur Lailiya, SP., MP bahwa alih fungsi lahan atau konversi lahan di SMK Muhammadiyah 2 Gresik menjadi salah satu solusi untuk mengatasi penyempitan lahan pertanian produktif di lingkungan sekolah. Teknik budidaya hidroponik dipilih sebagai alternatif untuk pengembangan tanaman hortikultura, khususnya buah dan sayur, dengan berbagai keunggulan dibandingkan sistem pertanian konvensional.

“Budidaya tanaman hortikultura dengan sistem hidroponik menawarkan banyak keuntungan, di antaranya, Penanaman tanpa tanah sehingga produk yang dihasilkan lebih bersih dan bebas pestisida, hemat tempat, air, dan pupuk, cocok untuk lahan terbatas dan efisien dalam penggunaan sumber daya. Selain itu harga jual lebih tinggi karena nilai ekonomis produk hidroponik lebih tinggi dibandingkan produk konvensional,” pungkasnya.

Ditambahkannya sistem hidroponik yang digunakan di SMK Muhammadiyah 2 Gresik adalah sistem NFT (Nutrien Film Technique). Sistem ini mengalirkan larutan nutrisi secara terus menerus ke akar tanaman dengan kecepatan 1-2 liter per menit, sehingga tanaman mendapatkan nutrisi yang optimal.

“Dengan hidroponik diharapkan selain bisa meningkatkan ketahanan pangan di lingkungan sekolah, juga dapat memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi para guru dan siswa. Nantinya hasil panen hidroponik dapat dijual untuk menambah penghasilan, Tak hanya itu kegiatan ini juga dapat menjadi sarana edukasi bagi para siswa untuk belajar tentang pertanian modern,” tambah Nur Lailiya.

Sementara itu, Kepala SMK Muhammadiyah 2 Gresik, Suhud Imawan, SS, sangat mendukung kegiatan budidaya tanaman secara hidroponik ini. Menurutnya dengan adanya konsep hidroponik membuat para siswa semakin belajar mengenai ketahanan pangan dan pemanfaatan lahan.

“Ini merupakan soluisi yang inovatif dan kreatif. Dimana hidroponik di lingkungan sekolah memiliki dampak yang positif bagi siswa, guru, dan seluruh warga sekolah mengenai budidaya di lahan yang terbatas,” ujar Suhud Imawan.

Konversi lahan di SMK Muhammadiyah 2 Gresik dengan menggunakan sistem hidroponik merupakan solusi kreatif untuk mengatasi keterbatasan lahan dan meningkatkan ketahanan pangan. Kegiatan ini juga memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi para guru juga siswa, serta menjadi sarana edukasi tentang pertanian modern. (rir/han)

Editor : Hany Akasah
#smk muhammadiyah 2 gresik #gresik #Benjeng #Hidroponik #Masyarakat #UMG Gresik #pengabdian #umg #dosen