Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Perkuat Sinergi dan Perlindungan Guru, PGRI Kabupaten Gresik Gelar Audiensi dengan Kejari

R
Penulis: Riri Masfardian❯
Sinergi : Wujudkan rasa aman bagi 8.000 guru, PGRI Kabupaten Gresik perkuat sinergi dengan Kejaksaan Negeri Gresik. (Riri/Radar Gresik)
Sinergi : Wujudkan rasa aman bagi 8.000 guru, PGRI Kabupaten Gresik perkuat sinergi dengan Kejaksaan Negeri Gresik. (Riri/Radar Gresik)

Advertisement

RADAR GRESIK – Momen bersejarah bagi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Gresik pada, Senin (13/4). Dalam upaya memperkuat kolaborasi lintas instansi, Ketua PGRI Kabupaten Gresik bersama jajaran pengurus melakukan kunjungan audiensi dan silaturahmi ke kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik.

Hadir dalam pertemuan tersebut Ketua PGRI Kabupaten Gresik, jajaran Pengurus Harian, serta perwakilan Ketua Cabang PGRI dari lima kecamatan, yakni Gresik, Kebomas, Manyar, Duduksampeyan, dan Cerme.

Ketua PGRI Kabupaten Gresik, Beri Avita Prasetiya, menyampaikan bahwa sebagai organisasi profesi yang menaungi kurang lebih 8.000 guru mulai dari tingkat PAUD hingga SMA/SMK, PGRI memiliki tanggung jawab besar untuk menjamin keamanan para anggotanya.

"PGRI adalah organisasi perjuangan dan profesi. Kami memiliki kewajiban untuk menjalin sinergitas dengan Aparat Penegak Hukum (APH) agar para guru di Kabupaten Gresik merasa aman, tenang, dan nyaman dalam menjalankan tugas mulianya sebagai pendidik," ujar Beri Avita.

Ia menekankan bahwa kolaborasi ini sangat penting guna mencegah guru terjerat dalam permasalahan hukum saat menjalankan tugas profesionalnya di sekolah.

Advertisement

Kunjungan ini disambut hangat oleh Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Gresik, Zam Zam Ikhwan, S.H., M.H., didampingi Kasi Intel beserta para Kasubsi Intel. Sebagai pejabat baru di lingkungan Kejari Gresik, Zam Zam menyatakan apresiasinya atas inisiatif proaktif dari pengurus PGRI.

Pihak Kejaksaan menyatakan kesiapannya untuk berkolaborasi melalui berbagai program edukatif. Di antaranya JMS (Jaksa Masuk Sekolah) yang memberikan edukasi hukum sejak dini di lingkungan pendidikan.

Selain itu Kejaksaan juga memberikan penyuluhan hukum khusus bagi tenaga pendidik untuk memberikan pemahaman mengenai batasan hukum dalam profesi keguruan.

"Kami siap berkolaborasi agar Bapak dan Ibu guru memahami apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan secara hukum. Tujuannya agar para pendidik bisa mengajar dengan tenang dan terhindar dari permasalahan hukum di kemudian hari," tegas Zam Zam Ikhwan.

Audiensi ini diharapkan menjadi langkah awal terciptanya iklim pendidikan yang lebih sehat di Kabupaten Gresik.

Advertisement
Editor : Hany Akasah
Sumber : Radar Gresik

Artikel Terkait

Dorong Inovasi Coding dan AI, PGRI Gresik Gelar Final dan Penganugerahan Anugerah Guru Prima 2026

Dorong Inovasi Coding dan AI, PGRI Gresik Gelar Final dan Penganugerahan Anugerah Guru Prima 2026

RADAR GRESIK – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Gresik menggelar babak Final dan Penganugerahan Anugerah Guru Prima (AGP) Tahun 2026 di Hotel Khas Gresik, Senin (5/10/2026). Ajang tahunan bergengsi ini

Siapkan Generasi Melek Teknologi, 139 Guru TK di Kebomas Ikuti Workshop Koding AI

Siapkan Generasi Melek Teknologi, 139 Guru TK di Kebomas Ikuti Workshop Koding AI

RADAR GRESIK — Upaya meningkatkan kompetensi tenaga pendidik di era digital terus dipacu. Mengambil tempat di Hotel Khas Gresik, Selasa (8/9/2026), sebanyak 139 guru Taman Kanak-Kanak (TK) se-Kecamatan Kebomas antusias m

Gresik Peduli Gempa NTT, Gus Yani Lepas Bantuan Kolaborasi Rp250 Juta Langsung ke Lokasi Bencana

Gresik Peduli Gempa NTT, Gus Yani Lepas Bantuan Kolaborasi Rp250 Juta Langsung ke Lokasi Bencana

RADAR GRESIK – Gelombang kepedulian dan solidaritas untuk masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) terus mengalir dari Kabupaten Gresik. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik bersama elemen masyarakat

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer