Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ukur Kemampuan Berhitung, Ribuan Siswa SMP di Gresik Jalani Tes Matematika Metode Jepang

Y
Penulis: Yudhi Dwi Anggoro❯
GIAT : Para siswa SMP ikut tes matematika metode Jepang.
GIAT : Para siswa SMP ikut tes matematika metode Jepang.

RADAR GRESIK – Ribuan siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Gresik mengikuti Test of Fundamental Academic Skills (Tofas) untuk mengukur kemampuan dasar matematika mereka.


Advertisement

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut nyata dari kerja sama antara Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Gresik dengan lembaga pendidikan Sprix asal Jepang.

Tes yang dilakukan secara serentak ini menyasar seluruh siswa kelas VII dan VIII. Menariknya, para siswa sengaja tidak dibekali pelajaran tambahan atau metode khusus sebelumnya agar hasil yang didapatkan mencerminkan kondisi riil kemampuan akademik mereka.

Ketua PGRI Kabupaten Gresik, Beri Avita Prasetiya, menjelaskan bahwa Tofas bertujuan memetakan kompetensi siswa dalam bidang berhitung secara akurat.

Advertisement

“Kami ingin melihat riil kemampuan siswa dalam mengerjakan soal matematika tanpa persiapan khusus. Dari sini, kita bisa tahu di mana titik lemah dan kekuatannya,” ujar Beri, Selasa (10/2).

Hasil dari Tofas ini nantinya tidak hanya sekadar angka, melainkan akan menjadi basis evaluasi bagi para pendidik. Beri menyebutkan bahwa setelah hasil keluar, para guru akan memberikan pembelajaran yang lebih personal dan tepat sasaran.

“Metode pengajaran akan disesuaikan. Kita klasifikasikan mana siswa yang berada di level menengah maupun atas, sehingga intervensi gurunya tepat,” tambahnya.

Advertisement

Langkah ini didukung dengan kesiapan tenaga pendidik, di mana para guru matematika SMP di Gresik sebelumnya telah menjalani pelatihan intensif bersama Sprix Jepang menggunakan metode 'Sansu'—sebuah metode berhitung cepat dan logis khas Negeri Sakura.

Lebih lanjut, Beri mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil Pra Tes Kemampuan Akademik (TKA) kelas IX yang dilakukan sebelumnya, nilai mata pelajaran matematika memang masih di bawah rata-rata. Hal inilah yang menjadi pelecut bagi PGRI untuk segera mengimplementasikan metode baru.

“Melihat hasil TKA kemarin, nilai matematika masih perlu didorong. Ke depan, para siswa akan dibekali pembelajaran matematika tambahan dengan metode Sansu. Harapannya, hasil belajar mereka meningkat signifikan dan siswa tidak lagi takut dengan matematika,” pungkasnya. (jar/han) 

Advertisement
Editor : Hany Akasah
Sumber : Radar Gresik

Artikel Terkait

Dorong Inovasi Coding dan AI, PGRI Gresik Gelar Final dan Penganugerahan Anugerah Guru Prima 2026

Dorong Inovasi Coding dan AI, PGRI Gresik Gelar Final dan Penganugerahan Anugerah Guru Prima 2026

RADAR GRESIK – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Gresik menggelar babak Final dan Penganugerahan Anugerah Guru Prima (AGP) Tahun 2026 di Hotel Khas Gresik, Senin (5/10/2026). Ajang tahunan bergengsi ini

Siapkan Generasi Melek Teknologi, 139 Guru TK di Kebomas Ikuti Workshop Koding AI

Siapkan Generasi Melek Teknologi, 139 Guru TK di Kebomas Ikuti Workshop Koding AI

RADAR GRESIK — Upaya meningkatkan kompetensi tenaga pendidik di era digital terus dipacu. Mengambil tempat di Hotel Khas Gresik, Selasa (8/9/2026), sebanyak 139 guru Taman Kanak-Kanak (TK) se-Kecamatan Kebomas antusias m

Gresik Peduli Gempa NTT, Gus Yani Lepas Bantuan Kolaborasi Rp250 Juta Langsung ke Lokasi Bencana

Gresik Peduli Gempa NTT, Gus Yani Lepas Bantuan Kolaborasi Rp250 Juta Langsung ke Lokasi Bencana

RADAR GRESIK – Gelombang kepedulian dan solidaritas untuk masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) terus mengalir dari Kabupaten Gresik. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik bersama elemen masyarakat

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer