Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Petani Gresik Gagal Tanam Akibat Cuaca Buruk, Biaya Produksi Membengkak Dua Kali Lipat

Y
Penulis: Yudhi Dwi Anggoro❯
CUACA BURUK : Petani di Desa Gredek, Kecamatan Duduksampeyan, Gresik gagal tanam dan merugi akibat cuaca buruk.
CUACA BURUK : Petani di Desa Gredek, Kecamatan Duduksampeyan, Gresik gagal tanam dan merugi akibat cuaca buruk.

RADAR GRESIK - Nasib malang menimpa para petani padi di Desa Gredek, Kecamatan Duduksampeyan, Gresik.


Advertisement

Harapan untuk memulai musim tanam dengan hasil yang baik musnah setelah lahan persawahan mereka diterpa hujan berintensitas tinggi sejak Oktober hingga November 2025.

Cuaca ekstrem tersebut menyebabkan lahan persawahan terendam air, yang berujung pada kerusakan benih padi yang telah ditanam. Akibatnya, petani harus melakukan penanaman ulang dengan biaya produksi yang membengkak signifikan.

Salah satu petani, Suharti (65), warga Desa Gredek, mengungkapkan kerugian yang ia alami.

Advertisement

"Kami sangat mengalami kerugian, karena biasanya belum ada air, petani cukup membutuhkan dua orang buruh tanam. Tetapi sekarang membutuhkan orang banyak, karena lahan terendam air," kata Suharti.

Suharti menjelaskan bahwa cuaca buruk ini telah terjadi hampir setiap hari sejak bulan Oktober 2025. Lahan sawah seluas satu hektare miliknya kini terendam total, dan benih gabah padi sebanyak dua karung yang telah ditanam menjadi rusak.

"Sudah berkorban gabah padi dua sak. Belum dihitung ongkos tenaga tanam. Sekarang juga belum bisa membuat benih lagi karena masih sering hujan," jelasnya.

Advertisement

Para petani kini berupaya keras untuk segera membuat benih padi baru agar siap ditanam dalam rentang waktu 22 hari ke depan.

Kondisi serupa dialami oleh petani lainnya, Iwanto (52), yang juga warga Desa Gredek. Ia menuturkan bahwa cuaca buruk membuat ongkos biaya tanam naik berkali-kali lipat.

"Biasanya bisa tanam sendiri, sekarang sudah tidak bisa," ungkap Iwanto.

Iwanto, yang biasanya mampu menanam biji padi di lahan satu hektare seorang diri, kini harus mengeluarkan biaya hingga Rp 5 juta hanya untuk tenaga buruh tanam benih padi.

"Naik dua sampai tiga kali lipat. Semoga saat panen nanti masih menyisakan untung," pungkasnya, berharap agar kerugian di awal tanam ini masih menyisakan sedikit hasil saat panen raya nanti. (yud/han)

Advertisement
Editor : Hany Akasah
Sumber : Radar Gresik

Artikel Terkait

DPRD Gresik Siapkan Pendampingan Pengurusan PBG-SLF Ratusan Pesantren

DPRD Gresik Siapkan Pendampingan Pengurusan PBG-SLF Ratusan Pesantren

RADAR GRESIK – Persoalan perizinan operasional pondok pesantren (ponpes) menjadi perhatian serius jajaran DPRD Kabupaten Gresik. Ketua DPRD Kabupaten Gresik, M. Syahrul Munir, menggelar silaturahmi dan diskusi intensif b

Perkuat Pendidikan Karakter Religius, Wabup Alif Minta Program SRC UPT SMPN 2 Gresik Jadi Role Model

Perkuat Pendidikan Karakter Religius, Wabup Alif Minta Program SRC UPT SMPN 2 Gresik Jadi Role Model

RADAR GRESIK – Tim penilai dari Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Jawa Timur turun langsung melaksanakan verifikasi dan penilaian program School Religious Culture (SRC) di UPT SMPN 2 Gresik.

Asah Bakat dan Tumbuhkan Kepercayaan Diri, Warga Binaan Rutan Gresik Rutin Latihan Musik

Asah Bakat dan Tumbuhkan Kepercayaan Diri, Warga Binaan Rutan Gresik Rutin Latihan Musik

RADAR GRESIK – Alunan petikan gitar berpadu harmonis dengan tabuhan gendang memenuhi suasana aula Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Gresik, Selasa (3/11/2026). Di tengah keterbatasan ruang gerak, sejumlah warga

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer