alexametrics
26 C
Gresik
Sunday, 3 July 2022

PHK Ancam Pekerja, Disnaker Gresik Pelototi Industri Padat Karya

GRESIK – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Gresik melakukan pengawasan ketat terhadap industri padat karya di kota santri. Hal ini menyusul adanya gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang terjadi di sejumlah industri di Pulau Jawa. Adapun faktornya bermacam-macam mulai akibat dampak krisis global hingga produktivitas perusahaan.

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Gresik, Budi Raharjo memastikan jika gelombang PHK yang terjadi di sejumlah industri di pulau jawa tidak terjadi di Gresik. Disnaker mencatat, sepanjang semester I/2022 jumlah buruh yang di PHK kurang dari 300 orang atau angka pastinya mencapai 289 orang. Dari jumlah itu mayoritas didominasi laki-laki sebanyak 193 orang dan perempuan sebanyak 96 orang.

“Terjadinya PHK bukan karena perusahaannya bangkrut melainkan karena kontrak kerja yang habis, perusahaan merger dan meninggal dunia,” kata Kadisnakertrans Budi Raharjo.

Adapun pengawasan yang dilakukan oleh Disnaker terhadap industri padat karya salah satunya dengan cara meminta data jumlah karyawan secara rutin. Dari data tersebut Disnaker akan memilah pekerja asal Gresik dan luar Gresik. Nah, apabila ada pekerja Gresik yang terkena PHK Disnaker akan berupaya mencari informasi penyebab terjadinya pemutusan. Selanjutnya, Disnaker akan mencoba memberikan pembinaan sekaligus informasi lowongan pekerjaan yang tersedia.

Baca Juga : Jelang Lebaran, Disnaker Gresik Terima 32 Aduan THR Karyawan

“Jadi karyawan yang di PHK tidak menanggur lama. Bisa dialihkan ke industri lain selama memenuhi kriteria,” imbunya.

Sementara itu, Disnaker Gresik juga terus berupaya menggandeng industri di Gresik untuk memberikan informasi perihal lowongan pekerjaan ke dinas. Selanjutnya, pencari kerja akan diarahkan mengambil formulir melalui aplikasi Gresikpedia.

“Sejauh ini kami melihat antara data buruh yang di PHK dengan jumlah lowongan kerja masih linear. Meski demikian Pemkab Gresik tetap berupaya mendorong industri di Gresik agar memberikan prioritas kepada warga lokal,” pungkasnya. (fir/han)

GRESIK – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Gresik melakukan pengawasan ketat terhadap industri padat karya di kota santri. Hal ini menyusul adanya gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang terjadi di sejumlah industri di Pulau Jawa. Adapun faktornya bermacam-macam mulai akibat dampak krisis global hingga produktivitas perusahaan.

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Gresik, Budi Raharjo memastikan jika gelombang PHK yang terjadi di sejumlah industri di pulau jawa tidak terjadi di Gresik. Disnaker mencatat, sepanjang semester I/2022 jumlah buruh yang di PHK kurang dari 300 orang atau angka pastinya mencapai 289 orang. Dari jumlah itu mayoritas didominasi laki-laki sebanyak 193 orang dan perempuan sebanyak 96 orang.

“Terjadinya PHK bukan karena perusahaannya bangkrut melainkan karena kontrak kerja yang habis, perusahaan merger dan meninggal dunia,” kata Kadisnakertrans Budi Raharjo.

-

Adapun pengawasan yang dilakukan oleh Disnaker terhadap industri padat karya salah satunya dengan cara meminta data jumlah karyawan secara rutin. Dari data tersebut Disnaker akan memilah pekerja asal Gresik dan luar Gresik. Nah, apabila ada pekerja Gresik yang terkena PHK Disnaker akan berupaya mencari informasi penyebab terjadinya pemutusan. Selanjutnya, Disnaker akan mencoba memberikan pembinaan sekaligus informasi lowongan pekerjaan yang tersedia.

Baca Juga : Jelang Lebaran, Disnaker Gresik Terima 32 Aduan THR Karyawan

“Jadi karyawan yang di PHK tidak menanggur lama. Bisa dialihkan ke industri lain selama memenuhi kriteria,” imbunya.

Sementara itu, Disnaker Gresik juga terus berupaya menggandeng industri di Gresik untuk memberikan informasi perihal lowongan pekerjaan ke dinas. Selanjutnya, pencari kerja akan diarahkan mengambil formulir melalui aplikasi Gresikpedia.

“Sejauh ini kami melihat antara data buruh yang di PHK dengan jumlah lowongan kerja masih linear. Meski demikian Pemkab Gresik tetap berupaya mendorong industri di Gresik agar memberikan prioritas kepada warga lokal,” pungkasnya. (fir/han)

Most Read

Berita Terbaru

/