Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Polres Gresik Tangkap Marbot Pelaku Asusila Anak di Driyorejo

Y
Penulis: Yudhi Dwi Anggoro❯
DIGELANDANG : Tersangka ANH saat digelandang menuju keruang tahanan Mapolres Gresik oleh tim penyidik Unit PPA Satreskrim Polres Gresik.
DIGELANDANG : Tersangka ANH saat digelandang menuju keruang tahanan Mapolres Gresik oleh tim penyidik Unit PPA Satreskrim Polres Gresik.

RADAR GRESIK – Kasus dugaan pencabulan terhadap anak di bawah umur kembali terjadi di Gresik. Tersangka berinisial ANH (66), seorang marbot (pengurus masjid) di sebuah masjid yang berlokasi di Kecamatan Driyorejo, Gresik, diduga telah melakukan aksi cabul kepada seorang anak berusia 7 tahun sebanyak tiga kali.


Advertisement

Kasatreskrim Polres Gresik, AKP Abid Uais Al-Qarni Aziz, menyampaikan bahwa dugaan pencabulan tersebut dilakukan oleh tersangka di tempat yang sama, yakni di Masjid Perumahan, namun pada waktu yang berbeda-beda.

“Dari pemeriksaan korban, sebanyak tiga kali tersangka melakukan pencabulan,” ujar AKP Abid, pada Selasa (4/11).

AKP Abid menjelaskan, motif yang diakui tersangka ANH cukup mengejutkan. Tersangka mengaku melakukan perbuatan cabul secara spontan tanpa ada iming-iming, lantaran merasa "gemas" dan menganggap korban seperti cucunya.

Advertisement

“Motifnya tersangka merasa gemas kepada korban, karena menganggap korban ini seperti cucunya,” ucapnya.

Kanit PPA Satreskrim Polres Gresik, Ipda Hendri Adiwoso, menambahkan bahwa tersangka baru dua bulan bekerja sebagai marbot di masjid tersebut. Aksi yang tidak senonoh itu dilakukan saat korban sedang berada di teras masjid.

“Tiba-tiba tersangka datang dari belakang melakukan aksi yang tidak senonoh,” pungkasnya.

Advertisement

Peristiwa ini sendiri sebelumnya dilaporkan terjadi pada Senin (27/10). Usai salat Isya, korban yang sedang bermain di dalam masjid bersama temannya dihampiri pelaku.

Pelaku kemudian diduga memegang kepala korban, mencium bibirnya, bahkan memasukkan tangannya ke dalam kaus korban.

Saat ini, pihak kepolisian masih terus melakukan penyidikan dan pemeriksaan lanjutan kepada tersangka, termasuk mendalami kemungkinan adanya korban lain. Selain itu, Polres Gresik juga berkoordinasi dengan psikolog dan bagian perlindungan anak untuk pemeriksaan psikologis korban.

Atas perbuatannya, tersangka ANH dijerat dengan Pasal 82 ayat 1 Juncto Pasal 76 E UU No 35 tahun 2014 tentang perubahan UU No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

“Dengan ancaman pidana penjara maksimal 15 tahun, dan denda paling banyak Rp 5 miliar,” jelas AKP Abid.

AKP Abid juga mengimbau masyarakat, khususnya orang tua, untuk membangun komunikasi terbuka dengan anak dan mengajarkan tentang batasan tubuh. Hal ini penting agar anak dapat berkomunikasi dan melapor jika terjadi hal serupa, melalui Hotline Cak Roma atau 110. (yud/han) 

Advertisement
Editor : Hany Akasah
Sumber : Radar Gresik

Artikel Terkait

DPRD Gresik Siapkan Pendampingan Pengurusan PBG-SLF Ratusan Pesantren

DPRD Gresik Siapkan Pendampingan Pengurusan PBG-SLF Ratusan Pesantren

RADAR GRESIK – Persoalan perizinan operasional pondok pesantren (ponpes) menjadi perhatian serius jajaran DPRD Kabupaten Gresik. Ketua DPRD Kabupaten Gresik, M. Syahrul Munir, menggelar silaturahmi dan diskusi intensif b

Perkuat Pendidikan Karakter Religius, Wabup Alif Minta Program SRC UPT SMPN 2 Gresik Jadi Role Model

Perkuat Pendidikan Karakter Religius, Wabup Alif Minta Program SRC UPT SMPN 2 Gresik Jadi Role Model

RADAR GRESIK – Tim penilai dari Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Jawa Timur turun langsung melaksanakan verifikasi dan penilaian program School Religious Culture (SRC) di UPT SMPN 2 Gresik.

Asah Bakat dan Tumbuhkan Kepercayaan Diri, Warga Binaan Rutan Gresik Rutin Latihan Musik

Asah Bakat dan Tumbuhkan Kepercayaan Diri, Warga Binaan Rutan Gresik Rutin Latihan Musik

RADAR GRESIK – Alunan petikan gitar berpadu harmonis dengan tabuhan gendang memenuhi suasana aula Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Gresik, Selasa (3/11/2026). Di tengah keterbatasan ruang gerak, sejumlah warga

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer