Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Seladuran, Permainan Tradisional yang Penuh Semangat dari Gresik

Hany Akasah • Kamis, 2 Mei 2024 | 23:18 WIB
JAGA TRADISI DAN LESTARIKAN BUDAYA : Permainan ini bukan hanya memberikan hiburan, tetapi juga menanamkan nilai-nilai budaya dan tradisi yang luhur kepada generasi penerus.
JAGA TRADISI DAN LESTARIKAN BUDAYA : Permainan ini bukan hanya memberikan hiburan, tetapi juga menanamkan nilai-nilai budaya dan tradisi yang luhur kepada generasi penerus.

RADAR GRESIK - Di antara hiruk pikuk kota Gresik, Jawa Timur, tersembunyi sebuah permainan tradisional yang membawa keceriaan bagi anak-anak. Namanya seladuran, sebuah permainan sederhana namun sarat makna dan nilai-nilai positif.

Permainan ini mungkin terlihat sederhana, namun di balik kesederhanaannya terpancar unsur kegembiraan, pembelajaran, dan kegotongroyongan. Bahkan, nilai-nilai demokrasi dan kejujuran pun tertanam dalam permainan yang telah ada sejak 1700 Masehi ini. Konon, permainan ini diajarkan kepada anak-anak pada masa Walisongo.

Menurut Hamzah, salah satu warga Gresik, syarat dan ketentuan permainan seladuran terbilang cair dan fleksibel. Artinya, tidak ada batasan jumlah pemain yang pasti. Minimal dua orang anak bertugas sebagai penjaring, dan dua orang anak atau lebih menjadi peserta yang berbaris seperti rangkaian kereta api.

Baca Juga: Tembang Dolanan Sunan Giri Gresik, Memahami Makna di Balik Melodi

Sedangkan waktu pelaksanaan bisa sore hari,meski pada saat terang bulan lebih mengasyikkan.

"Pesertanya bisa laki-laki dan perempuan dan boleh juga gabungan antara keduanya. meski memang umumnya lebih didominasi anak perempuan.karena sifatnya yang tidak terlalu atraktif." Ucap Hamzah.

Pada permainan ini, para pemain akan menyanyikan tembang lagu,

Seladur, seladur.

Putri maudi mangan bubur.

Kepanasan nyembar-nyembur

Tak tobat - tobat.

Menurut Loemaksono (53) Lurah Pekauman, mengutarakan bahwa nyanyian tersebut memiliki makna ajakan bagi anak - anak untuk ayo bersama - sama berkumpul.

Mengapa menggunakan bubur sebagai lirik, karena saat itu permainan ini memang dimainkan oleh anak-anak, nyembar- nyembur sendiri bermakna jangan dimakan sekaligus, lebih baik menunggu dingin terlebih dahulu, pesannya sendiri ayo berdoa dulu sebelum melakukan pekerjaan.

Sebelum permainan dimulai, pemain harus dibagi menjadi kelompok.caranya anak 1 dan anak 2 bersiap menunggu rangkaian sepur anak-anak memasuki terowongan dengan tangan diangkat ke atas dan telapak tangan saling menempel atau mengait sambil menyanyikan tembang lagunya.

ketika rangkaian sepur anak memasuki terowongan,anak ( gerbong) paling akhir ditangkap atau dijaring oleh anak 1 dan anak 2. Dengan menurunkan kedua tangan anak 1-2. lalu keduanya menanyakan pada anak yang dijaring atau terjebur sumur.kamu milih mbok kanan atau kiri.

Anak tersebut nanti akan menjadi kelompok mbok yang dipilih.peserta sepur- sepuran berputar - putar sambil terus menyanyi seladuran sampai dijaring hngga peserta habis.

Setelah terbagi menjadi dua kelompok, permainan yang sebenarnya baru saja akan dimulai. Pada permainan ini aturannya, salah satu pengikut dari salah satu mbok akan menawar pada mbok lainnya.

Kemudian, mbok lainnya tersebut mengatakan bakal memakan anak tersebut. saat itu,anak mbok yang menawar harus segera lari untuk berlindung kepada mboknya.

Namun,jika tidak berhasil meraih punggung mboknya sendiri dan tertangkap mbok lain maka anak tersebut kalah dan harus keluar area pertandingan. Ini dilakukan secara bersamaan, jadi dua mbok akan saling mengejar anak mbok lainnya hingga habis.kelompok yang anaknya habis terlebih dahulu akan kalah dalam permainan ini. (Sha/Han)

Editor : Hany Akasah
#Anak #seladuran #gresik #permainan