Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pengrajin Wayang Suroto, Ukir Kulit Kambing dengan Peralatan Tradisional

Y
Penulis: Yudhi Dwi Anggoro❯

PENGRAJIN WAYANG: Suroto saat menunjukan hasil wayang kulit yang dibuatnya.
PENGRAJIN WAYANG: Suroto saat menunjukan hasil wayang kulit yang dibuatnya.
GRESIK - Selama beberapa tahun terakhir ini, karya-karya kerajinan wayang kulit telah diciptakan oleh tangan terampil Suroto. Dengan keuletannya, pria 60 tahun tersebut mengukir kulit kambing dengan alat tradisional seperti pisau maupun gunting. Hasilnya, Suroto berhasil menciptakan wayang, sebuah karya bernilai seni tinggi.


Advertisement

Tidak hanya menjadi pengrajin wayang kulit saja, Suroto juga melestarikan karya-karyanya dengan sekaligus menjadi dalang Pewayangan Gagrak Pesisiran. Warga asal Desa Sekapuk, Kecamatan Ujungpangkah itu, mengaku bisa menjadi pengrajin wayang kulit dan dalang dari kegemarannya melihat pentas seni pewayangan sejak muda, kemudian dia belajar secara otodidak.

“Sekitar tahun 2010 saya mulai menjadi dalang, kalau jadi pengrajin wayang kulit sekitar empat tahun lalu,” ujar Suroto.

Suroto menuturkan  minat menjadi pengrajin wayang kulit dan dalang semat-mata untuk melestarikan budaya warisan khas Nusantara khususnya Jawa. Uniknya, wayang kulit yang diproduksi oleh Suroto memiliki kreasi motif dan warna yang berbeda-beda. Perbedaan itu bisa tergantung wilayah.

Advertisement

“Kalau wilayah Gresik ini misalnya, karena pesisir maka lebih cenderung warna biru dan merah tua,” tuturnya.

Meski kesenian tersebut sudah jarang dilihat, namun peminat koleksi wayang kulit di Indonesia masih ada. Permintaan cukup banyak dan tergantung ukuran dan tingkat kesulitan dalam membuat wayang kulit.

“Setiap ukuran dan tingkat kesulitan dalam proses memahat berpengaruh terhadap harga. Saya juga berharap seni wayang kulit dan dalang dapat terus dilestarikan khususnya oleh generasi muda di Kabupaten Gresik. Sehingga budaya dan tradisi warisan leluhur bisa tetap eksis dan tidak tergerus oleh kemajuan zaman, " pungkasnya.(yud/han)

Advertisement
Editor : Hany Akasah
Sumber : Radar Gresik

Artikel Terkait

Sebanyak 187 Atlet Gresik di POPDA dan Peparpeda Mendapatkan BPJS Ketenagakerjaan

Sebanyak 187 Atlet Gresik di POPDA dan Peparpeda Mendapatkan BPJS Ketenagakerjaan

RADAR GRESIK – Sebanyak 187 anggota kontingen Kabupaten Gresik yang tengah berlaga dalam ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Jawa Timur XV dan Pekan Paralimpik Pelajar Daerah (Peparpeda) Jawa Timur III Tahun 2026

Ginofest 2026 Resmi Ditutup, dr. Alif Minta Inovasi Tak Sekadar Pameran Tapi Diimplementasikan

Ginofest 2026 Resmi Ditutup, dr. Alif Minta Inovasi Tak Sekadar Pameran Tapi Diimplementasikan

RADAR GRESIK – Plt. Bupati Gresik, dr. Asluchul Alif, secara resmi menutup perhelatan Gresik Inovasi Festival (Ginofest) 2026 yang berlangsung meriah di Atrium Icon Mall lantai UG, Sabtu malam (7/11/2026).

Evaluasi Pelayanan Lewat Audit AMPSR, Dinkes Gresik Soroti Kenaikan Angka Kematian Ibu

Evaluasi Pelayanan Lewat Audit AMPSR, Dinkes Gresik Soroti Kenaikan Angka Kematian Ibu

RADAR GRESIK – Grafis Angka Kematian Ibu (AKI) di Kabupaten Gresik menunjukkan tren peningkatan. Hingga periode Oktober 2026, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gresik mencatat sebanyak 16 kasus kematian ibu hamil hingga

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer