RADAR GRESIK – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kembali menunjukkan kepemimpinan visioner dalam mendorong pertumbuhan ekonomi regional dan nasional. Melalui program Misi Dagang Antarprovinsi, Khofifah berhasil menjadikan Jawa Timur sebagai poros perdagangan nasional dan internasional, sekaligus memperkuat posisinya sebagai motor penggerak ekonomi Indonesia Timur.
Kegiatan Misi Dagang, yang telah rutin digelar sejak beberapa tahun terakhir, menjadi strategi konkret Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam memperluas jejaring kerja sama antar daerah, mendorong pertumbuhan UMKM, dan mempercepat laju investasi di sektor-sektor strategis, termasuk pariwisata dan digitalisasi ekonomi lokal.
Dion Sultan Ciptadimulya, CEO Djalanin.com, salah satu pelaku usaha yang aktif terlibat dalam Misi Dagang dan diajak kolaborasi oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, memberikan apresiasi atas pelaksanaan program tersebut. Ia menilai Misi Dagang bukan hanya sebatas kegiatan ekonomi, namun juga menjadi wadah sinergi yang mempererat hubungan antarprovinsi. Terlebih saat dirinya diajak kolaborasi misi dagang dengan Kalimantan Timur.
"Misi Dagang sangat menarik karena membuka peluang kerja sama nyata. Bagi kami pelaku usaha di sektor pariwisata, kegiatan ini menghadirkan berbagai manfaat strategis yang tidak bisa ditemukan di forum lain," ujar Dion.
Menurut Dion, Djalanin.com memperoleh sejumlah benefit langsung dari program ini, di antaranya: Kolaborasi promosi pariwisata antar daerah melalui platform digital Djalanin.com.
Digitalisasi destinasi wisata antar provinsi, memperluas jangkauan informasi bagi wisatawan. Pendampingan pengembangan destinasi wisata di Kalimantan Timur, hasil tindak lanjut dari pertemuan dalam Misi Dagang.
Dalam forum Misi Dagang, pelaku UMKM juga mendapat akses lebih luas terhadap pasar antarprovinsi melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antar pemerintah daerah. Hal ini memberikan kepastian kerja sama yang menguntungkan kedua belah pihak.
Dion juga mengungkapkan, dalam pengembangan paket wisata, pihaknya tidak hanya menawarkan destinasi, tetapi juga menyertakan UMKM lokal sebagai bagian dari pengalaman wisata yang dipasarkan. Ini sekaligus memperluas jangkauan produk UMKM ke wisatawan dari berbagai daerah.
"Misi Dagang membuat kami lebih yakin memilih UMKM yang layak untuk diajak kerja sama, sekaligus mengembangkan destinasi wisata secara menyeluruh," imbuhnya.
Keberhasilan Misi Dagang ini menegaskan posisi Jawa Timur sebagai pusat pertumbuhan ekonomi yang adaptif dan inovatif. Kolaborasi lintas sektor yang difasilitasi oleh Pemprov Jatim juga membuka peluang besar untuk ekspansi program ini ke skala nasional.
"Kami berharap program seperti ini ke depan juga dikolaborasikan dengan Kementerian Pariwisata RI, agar percepatan ekonomi kreatif dan digital bisa lebih terarah dan berdampak luas," ujar Dion.
Khofifah Indar Parawansa telah membuktikan bahwa kepemimpinan yang progresif tidak hanya membangun infrastruktur fisik, tetapi juga ekosistem ekonomi yang berkelanjutan.
Sementara itu, Anggota DPD RI Lia Istifhama mengatakan, Misi Dagang menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antarprovinsi bisa menjadi motor pemulihan ekonomi nasional pasca pandemi dan menghadapi tantangan global.
Dengan semangat kolaboratif dan keberpihakan terhadap pelaku usaha lokal, Jawa Timur kian mantap menjadi episentrum perdagangan, pariwisata, dan ekonomi digital di Indonesia. (han)
Editor : Hany Akasah