RADAR GRESIK – Gresik United kembali mencatatkan hasil positif dalam rangkaian laga uji coba pra-musim. Menghadapi Perseta Tulungagung di Stadion Gelora Joko Samudro (Gejos), tim berjuluk Laskar Joko Samudro itu menang telak dengan skor akhir 4-1.
Penyerang Gresik United, Dian Ardiansyah, tampil memukau dengan menyumbang hattrick bagi tim tuan rumah.
Meski meraih kemenangan meyakinkan, Gresik United sempat tertinggal lebih dulu. Pada babak pertama, meski mendominasi jalannya pertandingan, Gresik United terkejut oleh serangan balik cepat dari Perseta Tulungagung.
Melalui skema sepak pojok, Perseta berhasil unggul setelah sundulan pemain mereka gagal dihalau oleh penjaga gawang Aldhino.
Gresik United langsung tancap gas mengejar ketertinggalan. Tekanan Gresik United berbuah manis menjelang berakhirnya babak pertama. Dian Ardiansyah berhasil menyambut bola muntah dan melepaskan tendangan keras yang sukses merobek jala Perseta, sekaligus menyamakan kedudukan 1-1.
Memasuki babak kedua, tim pelatih Gresik United menaikkan ritme permainan dan melakukan perubahan skema. Duet Ghozy dan Alif Jaelani di lini tengah tampil solid mengendalikan alur bola, membuka ruang bagi serangan sayap yang digalang Wahyu Agung dan Dian Ardiansyah.
Peningkatan intensitas ini langsung membuahkan hasil. Gol kedua Gresik United lahir dari tendangan bek kiri Divie, yang berhasil menyapu bola muntah di dalam kotak penalti Perseta untuk menggandakan keunggulan.
Tidak lama kemudian, Dian Ardiansyah kembali mencatatkan namanya di papan skor melalui aksi akrobatik tendangan salto yang indah.
Pemain muda asal Benjeng itu melengkapi hattrick-nya usai tendangan kerasnya gagal dihalau kiper lawan. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 4-1 untuk kemenangan Gresik United tidak berubah.
Pelatih kepala Gresik United, Andik Ardiansyah, mensyukuri hasil yang diraih timnya.
"Kita syukuri anak-anak tampil luar biasa meskipun babak pertama kita ketinggalan satu gol. Mereka tetap berjuang luar biasa mengembalikan keadaan, ini poin positif dari kita," kata Andik.
Menanggapi gol kecolongan dari situasi set-piece, Andik mengaku hal tersebut sudah disiapkan dalam latihan, namun tidak berjalan saat pertandingan.
"Tapi itulah sepakbola, sekali bikin kesalahan bisa dimanfaatkan lawan fatal, sempat ketinggalan 1-0," ujarnya.
Ia menjelaskan, perubahan skema dan rotasi pemain di babak kedua dilakukan untuk merespon fighting spirit tinggi lawan.
"Babak kedua kita coba buat anak-anak keluar dari tekanan, kita harus memenangkan pertandingan, kita rotasi beberapa posisi, skema kita rubah-rubah agar dapat memaksimalkan peluang,” pungkasnya.
Kemenangan ini memperpanjang catatan positif Gresik United yang tak terkalahkan selama laga uji coba dalam rangka persiapan menghadapi Liga 3. (jar/han)
Editor : Hany Akasah