Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Gresik Bangga, Grefoo U-12 Juara Nasional Durava Liga Anak, Bawa Pulang Tiga Gelar Individual Sekaligus

Hany Akasah • Minggu, 6 Juli 2025 | 03:08 WIB
JUARA: Tim sepak bola Grefoo U-12 saat mengangkat trophy usai meraih juara Durava Liga Anak Indonesia Season 2.
JUARA: Tim sepak bola Grefoo U-12 saat mengangkat trophy usai meraih juara Durava Liga Anak Indonesia Season 2.

RADAR GRESIK — Grefoo U-12, tim sepak bola dari Gresik Football Academy (Grefoo), berhasil mengukir sejarah dengan menjuarai Durava Liga Anak Indonesia Season 2 setelah mengalahkan PSDA dengan skor 3-0 di partai final yang digelar di Lapangan Garudayaksa, Kabupaten Bekasi, pada Jumat (4/7).

Kemenangan ini bukan hanya menambah koleksi prestasi Grefoo, tetapi juga menjadi simbol kebangkitan sepak bola usia dini di Indonesia. Dalam perjalanan menuju juara, Grefoo menunjukkan kekompakan dan semangat juang yang tinggi, serta kedisiplinan yang luar biasa, hingga akhirnya mengunci gelar juara nasional dengan penampilan impresif di sepanjang kompetisi.

Grefoo U-12, yang berasal dari Gresik, melaju ke final setelah melewati berbagai tantangan berat. Di fase penyisihan dan semifinal, mereka menghadapi tim-tim tangguh dari seluruh Indonesia.

Namun, melalui kerja keras dan strategi jitu yang diterapkan oleh pelatih Fastabiqul Khoirot, Grefoo tampil stabil dan solid di setiap pertandingan. Kemenangan ini juga menjadi bukti kuat bahwa tim muda dari Gresik mampu bersaing di level nasional.

“Ini bukan hanya soal memenangkan pertandingan, tetapi juga tentang bagaimana anak-anak bermain dengan penuh tanggung jawab dan semangat. Mereka ingin mengangkat nama Gresik dan membuktikan bahwa daerah bukan penghalang untuk berprestasi,” ungkap Fastabiqul Khoirot, pelatih kepala Grefoo U-12, usai pertandingan.

Kemenangan ini juga merupakan hasil dukungan penuh dari berbagai pihak, termasuk PSSI Gresik dan komunitas sepak bola setempat. Muhammad Suud, Sekretaris PSSI Gresik, mengungkapkan kebanggaannya atas pencapaian ini dan berharap ajang ini bisa menjadi lebih dari sekadar kompetisi, melainkan sarana pembentukan karakter serta pengembangan potensi pemain muda.

“Harapan kami agar turnamen ini dapat mencetak pemain-pemain berkarakter dan berkompeten, kini terwujud dengan prestasi yang diraih oleh Grefoo,” ujar Muhammad Suud.

Selain gelar juara, Grefoo juga mendominasi penghargaan individual yang bergengsi dalam kompetisi ini. Tiga pemain utama tim ini berhasil meraih penghargaan terbaik di kategori masing-masing:

Best Coach: Nurmufid Fastabiqul Khoirot

Best Player: Luis Alfaro Laure

Best Kiper: Keanu Athallah Syahir

Penghargaan-penghargaan ini semakin memperlihatkan bahwa keberhasilan Grefoo bukan hanya di atas kertas, tetapi juga melalui pembinaan yang menyeluruh, mulai dari teknik permainan hingga pengembangan karakter para pemain.

Durava Liga Anak Indonesia Season 2 adalah ajang kompetisi usia dini yang sangat bergengsi, diselenggarakan oleh LPDUK Kemenpora dan PT Bola Indonesia Mandiri (BIM). Kompetisi ini melibatkan lebih dari 1.296 Sekolah Sepak Bola (SSB) dari 55 regional di seluruh Indonesia, dengan total peserta mencapai lebih dari 20.000 anak dari kategori U-10 hingga U-12.

Ferry Y. Kono, Direktur LPDUK, menyatakan bahwa turnamen ini menjadi ajang penting untuk mencetak generasi baru pesepak bola nasional yang berbakat dan berkarakter. Hal senada juga disampaikan oleh Doni Setia Budi, Direktur PT BIM, yang menekankan pentingnya menciptakan atmosfer kompetitif yang sehat dan profesional bagi pemain muda.

Kemenangan ini menjadi simbol harapan bagi masa depan sepak bola Indonesia, yang tidak hanya ditentukan oleh tim-tim besar, tetapi juga oleh pembinaan yang baik di level usia dini. Grefoo membuktikan bahwa dengan sistem pembinaan yang tepat, dedikasi, dan semangat pantang menyerah, prestasi besar dapat diraih, bahkan dari kota-kota kecil seperti Gresik.

“Ini lebih dari sekadar kemenangan. Ini adalah bukti bahwa kita bisa menciptakan mental juara sejak dini. Dan anak-anak ini telah membuktikannya,” ujar Fastabiqul Khoirot, yang merasa bangga atas pencapaian tim asuhannya.

Dengan pencapaian ini, Grefoo bukan hanya membawa pulang piala, tetapi juga menegaskan bahwa sepak bola Indonesia memiliki masa depan yang cerah, yang dimulai dengan pembinaan yang berkelanjutan dan berbasis pada potensi lokal.(yud/han)

Editor : Hany Akasah
#football #gresik #kompetensi #Academy #final #Indonesia