RADAR GRESIK - Gelandang muda berbakat yang bersinar bersama Gresik United, Alif Jaelani, kini menjadi buah bibir di kancah sepak bola nasional.
Penampilan impresifnya selama putaran kedua Liga 2 musim lalu, meski singkat, sukses memikat perhatian sejumlah klub bergengsi, termasuk tim-tim dari Liga 1.
Pemain berusia 22 tahun asal Makassar ini dikenal memiliki daya jelajah tinggi di lini tengah dan tendangan kaki kanan yang keras dan akurat. Ketika berseragam Gresik United (GU), Alif menjelma menjadi motor serangan tim, bahu-membahu dengan pemain-pemain senior seperti Renan Silva, Ibnu Hajar, dan Fadil Sausu.
Salah satu momen tak terlupakan yang menonjolkan kualitas Alif adalah gol spektakuler yang ia lesakkan ke gawang Persekat Tegal di Stadion Gelora Joko Samudro (Gjos), Minggu (9/2/2025).
Baca Juga: Gresik Catatkan Sejarah, Berhasil Ekspor Perdana Produk Emas ke Swiss
Dengan tenang, ia mengontrol bola sebelum melepaskan tembakan keras yang membuat seisi stadion bergemuruh dan para suporter Ultras Gresik berdiri memberikan aplaus meriah.
“Sudah dihubungi tim lain dari tim Liga 1 ada beberapa, Liga 2 juga ada,” ungkap Alif mengenai ketertarikan dari klub lain.
Saat ini, Alif Jaelani tengah menikmati waktu di kampung halamannya di Makassar. Kontraknya dengan Gresik United telah berakhir pada Maret lalu. Menatap musim kompetisi mendatang, jebolan program Garuda Select ini memprioritaskan untuk merumput di Liga 1, sejalan dengan ambisinya sebagai pemain muda potensial yang tengah naik daun.
Alif mengenang pengalamannya membela Gresik United dengan kesan yang sangat positif. Ia memuji kualitas skuad, atmosfer dukungan luar biasa dari suporter Ultras Gresik saat bermain di kandang, serta profesionalisme manajemen klub.
Baca Juga: Jasad Pria Tanpa Identitas Mengapung di Tambak Boboh, Polisi Kesulitan Identifikasi karena Ini
“Bagus sebenarnya tim, suporter luar biasa kalau main di kandang cuma bukan rejeki bertahan di Liga 2. Yang jelas, kompetisi pemain Gresik United luar biasa, di luar prediksi bisa turun,” pungkasnya. (jar/han)
Editor : Hany Akasah