Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Berikut Klarifikasi Dinkes Gresik Soal Menu PMT, Akui Ada Kendala Distribusi

Muhammad Firmansyah • Sabtu, 16 Desember 2023 | 03:57 WIB
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gresik, dr Mukhibatul Khusnah (Dok. Radar Gresik)
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gresik, dr Mukhibatul Khusnah (Dok. Radar Gresik)

RADAR GRESIK- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gresik melakukan sejumlah langkah evaluasi usai munculnya keluhan program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbasis pangan lokal di Kecamatan Kebomas.

Salah satunya dengan melakukan klarifikasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam program PMT Lokal di Kecamatan Kebomas Kabupaten Gresik. 

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemerintah Kabupaten Gresik, dr Mukhibatul Khusnah mengakui jika PMT Lokal merupakan program baru sehingga pada awal pelaksanaan program ada kendala proses distribusi.

Nah, kendala tersebut muncul lantaran PMT harus diantarkan langsung ke masing-masing desa. Meski demikian, Husnah mengklaim pengiriman selanjutnya sudah lebih lancar karena penyedia sudah hafal dengan lokasi pengiriman.

"Tidak benar bahwa PMT tidak layak jika dibandingkan dengan beli di pinggir jalan. Sebab, kandungan PMT lokal berbeda dengan makanan yang dibeli di pinggir jalan dengan harga lebih murah. PMT Lokal dibuat dengan kandungan protein hewani seperti telur, daging, ayam atau ikan. Kalau makanan di pinggir jalan dengan harga lebih murah, kandungan proteinnya tidak terukur dan bahkan kadang hanya mengandung lebih banyak tepung," kata dr Mukhibatul Khusnah dalam pernyataan tertulisnya kepada Radar Gresik, Jumat (15/12) kemarin.

Disamping itu, Khusnah menyebut besaran pagu PMT lokal tidak hanya harga makanannya, melainkan harga per porsi tersebut termasuk pajak, pengemasan dan ongkos pengiriman sampai ke desa dengan target sasaran 6.908 balita dan ibu hamil di Kabupaten Gresik.

"Dari 6.908 porsi yang disediakan setiap hari kadang ditemukan beberapa porsi yang rusak atau tidak sesuai dalam pengiriman menuju sasaran tetapi jumlahnya tidak siginifikan dibandingkan dengan jumlah porsi lain yang baik dan sudah dikonsumsi oleh sasaran," imbuh dr Mukhibatul Khusnah. 

Khusnah menampik adanya tudingan enggan menanggapi jika terjadi masalah program ini di lapangan. Mukhibatul Khusnah justru menegaskan, Dinas Kesehatan Gresik sudah menyediakan link pelaporan harian untuk diisi oleh bidan desa atau kader yang ditunjuk yang berisi tanggal penerimaan, jam penerimaan, jika ditemukan makanan rusak atau basi maka diisi jumlah porsi yang rusak, jam ditemukan dan bukti atau dokumen.

"Dari laporan yang masuk, tidak semua bisa ditindaklanjuti. Contohnya laporan yang tidak menyertakan bukti valid. Meskipun demikian, untuk setiap keluhan dari penerima sudah disampaikan ke penyedia. Kami juga melakukan kunjungan langsung ke lokasi masak serta ke sasaran di desa. Tim Dinas Kesehatan sejak awal pelaksanaan sampai saat ini sudah melakukan kunjungan dan membina katering yang menyediakan PMT lokal di wilayah beberapa Kecamatan," papar dr Mukhibatul Khusnah. 

Baca Juga: Bawaslu Ajak Kader Fatayat NU Gresik Jadi Pengawas Partisipatif Pemilu 2024

Tidak hanya itu, Dinkes melakukan pemantauan sampai ke desa saat penerimaan dan pendistribusian PMT Lokal. Nah, berdasarkan pemantauan harian dari Dinas Kesehatan, sampai saat ini sudah banyak perbaikan-perbaikan yang dilakukan oleh penyedia sehingga diharapkan akan terlaksana dengan baik sampai selesainya kegiatan.

"Begitu ada keluhan kami langsung memberikan surat teguran tertulis bagi penyedia yang belum memperbaiki sistem distribusi dan perbaikan kualitas makanan. Selain itu kami juga sudah mengklarifikasi permasalahan PMT kepada Puskesmas dan penyedia, bahwa penyedia sudah mengganti makanan yang rusak sesuai laporan yang dapat ditindaklanjuti," pungkas Khusnah.

Dalam kesempatan yang sama, Dinkes Gresik juga menyampaikan hasil klarifikasi dengan Puskesmas Kebomas dan didapatkan fakta sebagai berikut:

1. Berdasarkan yang diketahui foto Menu PMT Lokal (Salad buah) diupload di salah satu grup WA dengan narasi “rejekine oleh sak uprit” pada hari Sabtu Tanggal 9 Desember 2023. Kemudian foto tersebut dikirimkan oleh pihak Puskesmas Kebomas kepada katering dan langsung di konfirmasi oleh catering sehingga Desa Dahanrejo mendapat penggantian pada hari itu juga (9 Desember 2023).

2. Bidan Desa lain di wilayah Puskesmas Kebomas mengkonfirmasi kepada katering dan mendapatkan penggantian pisang cavendis

3. Sabtu 9 Desember 2023 siang hari, katering mengkonfirmasi ke semua bidan meminta maaf karena adanya kesalahan teknis dalam pengemasan salad dan akan mengganti salad yang kurang.

4. Pada Hari Minggu, 10 Desember 2023. Katering mengganti salad dengan porsi sesuai untuk semua desa diwilayah Puskesmas Kebomas selain Dahanrejo (karena desa Dahanrejo sudah mendapatkan penggantian pada hari Sabtu 9 Desember 2023)

5. Terkait berita tentang pernyataan Ibu Anisah (Ibu Hamil), berdasarkan yang diketahui oleh Puskesmas Kebomas hanya ada 1 (satu) nama ibu hamil penerima sasaran yang Bernama Anisah. Setelah diklarifikasi oleh Puskesmas Kebomas, yang bersangkutan mengatakan tidak pernah komplain terhadap PMT Lokal karena yang diterima sudah sesuai dan kondisinya baik. (fir/han)

Editor : Hany Akasah
#makanan #kesehatan #dinas kesehatan #ibu hamil #Tambahan #gresik #ikan #pemberian #Program #Pelaporan #Khusnah #Mukhibatul #Dinas #Keluhan #DINKES #balita