GRESIK - UPT SDN 6 Gresik menggelar seminar parenting dengan tema wujudkan karakteristik lingkungan bebas bullying, jaga diri, jaga teman, jaga lingkungan di Atrium Gressmall Gresik dengan dihadiri 400 peserta, Selasa (11/07).
Kerennya, narasumber yang dihadirkan adalah seorang selebritis nasional Shahnaz Haque. Turut hadir pula Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik S. Hariyanto S.Pd, M.Pd, Ketua K3S kecamatan Gresik, Ketua K3S kecamatan Kebomas, Ketua K3S kecamatan Manyar, Pengawas dan Pembina TK SD Kecamatan Kebomas, Nanang Sedyo Suwito, S.Pd, Ketua Komite UPT SDN 6 Gresik, Devi serta Manager Surabaya Penerbitan Erlangga Rezha Adhityasa.
Dalam kegiatan tersebut, UPT SDN 6 Gresik juga menggelar kegiatan panen karya yang menampilkan beberapa penampilan siswa siswi berprestasi baik ditingkat kabupaten hingga Nasional.
Kepala UPT SDN 6 Gresik Hepy Yusita, S.Pd berharap dengan seminar parenting itu anak anak dan orang tua bisa mendapatkan informasi pencegahagan bullying atau perundungan di lingkungan sekolah.
"Kami berkeinginan anak-anak datang ke sekolah dengan perasaan gembira dan dimasa yang akan datang bisa menjadi generasi yang diinginkan sesuai dengan minat dan bakatnya yang mengikuti perkembangan zaman," kata Hepi
Kepala Dinas Pendidikan kabupaten Gresik S. Hariyanto S.Pd, M.Pd mengatakan, kegiatan UPT SDN 6 Gresik sebagai salah satu sekolah penggerak di Kabupaten Gresik yang inovatif dan kreatif.
“Kami berharap dapat memotivasi para pendidik dan orang tua untuk terus membimbing anak anak sehingga tercapai cita citanya di masa depan,” kata Hariyanto.
Narasumber Shanaz Haque mengatakan, jika menjadi korban bullying adalah dengan mengajarkan anak untuk berani berteriak, support anak untuk menciptakan banyak prestasi baik akademik maupun non akademik, dan arahkan anaka anak berteman sebanyak banyaknya.
"Jika anak teriak saat menjadi korban bullying maka akan menjadi pusat perhatian sehingga ada bantuan dari masyarakat, lalu anak yang memiliki prestasi, akan membuat pelaku takut karena dia menganggap bahwa korban levelnya lebih tinggi dari dia dan sebagian besar yang menjadi korban adalah anak anak yang tidak memiliki teman, " jelas Shahnaz
Menurutnya, tiga pilar pendidikan yaitu rumah, sekolah, dan komunitas masyarakat harus terjalin dengan baik. Pasalnya, bullying adalah sesuatu memiliki dampak luar biasa bagi anak anak hingga dewasa baik sebagai korban maupun pelaku.
“Bullying urusannya panjang bukan hanya sampai di sekolah dasar saja, bagi korban ada luka batin yang akan dibawa hingga dewasa, dan bagi pelaku pembullyan saat ini bisa dijerat dengan pasal anak dibawah umur dan itu akan menciderai curriculum vitae(CV) seumur hidupnya sehingga akan kesulitan saat mencari pekerjaan,” Ujar Shahnaz
Manager Penerbit Erlangga Rezha Adhityasa berharap agar anak anak terhindar dari korban maupun pelaku bullying di lingkungan sekolah. Seminar parenting yang dipandu Ira Qohar berjalan lancar dan disambut antusias oleh para peserta.
Terbukti dengan banyaknya peserta yang berebut untuk mengajukan pertanyaan kepada narasumber dan dan sebagai bentuk mewujudkan karakteristik lingkungan bebas bullying. (nov/han)
Editor : Hany Akasah