Ekonomi & Bisnis Features Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kota Gresik Lifestyle Moncer Seru Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro Politika Sosial Sport & Health

Masa Paceklik Melanda, Pemkab Gresik dan SKK Migas Salurkan Bantuan Pangan untuk 4.895 Nelayan

Fajar Yuliyanto • 2026-03-12 10:58:25

Peduli : Wabup Gresik, dr. Asluchul Alif memberikan bantuan pangan kepada nelayan Ujungpangkah, Gresik
Peduli : Wabup Gresik, dr. Asluchul Alif memberikan bantuan pangan kepada nelayan Ujungpangkah, Gresik

RADAR GRESIK – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik bergerak cepat merespons kesulitan ekonomi yang dialami warga pesisir akibat cuaca ekstrem.

Melalui program "Bhakti Peduli Nelayan Berdaulat", sebanyak 4.895 nelayan di Kabupaten Gresik dipastikan menerima bantuan pangan untuk menghadapi dampak musim angin barat (paceklik).

Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Wakil Bupati Gresik, dr. Asluchul Alif, di Kantor Kecamatan Ujungpangkah pada Rabu (11/3).

Kegiatan yang dirangkaikan dengan Safari Ramadan ini merupakan hasil kolaborasi solid antara Pemkab Gresik, SKK Migas, Grup Pertamina, serta sejumlah perusahaan migas lainnya.

Wakil Bupati dr. Alif menjelaskan bahwa periode Desember hingga Maret merupakan masa tersulit bagi nelayan. Angin barat yang kencang membuat aktivitas melaut menjadi sangat berisiko, sehingga pendapatan warga pesisir menurun drastis.

“Alhamdulillah, hari ini kita bisa memberikan paket beras kepada nelayan. Setiap tahun pada musim angin barat, nelayan tidak bisa melaut. Kehadiran pemerintah daerah bersama mitra dunia usaha ini adalah wujud nyata kepedulian untuk meringankan beban keluarga mereka,” ujar dr. Alif.

Berdasarkan data Kartu Pelaku Usaha Kelautan dan Perikanan (Kusuka), tercatat ada 8.149 nelayan di Gresik tahun ini. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.895 paket bantuan disiapkan untuk disalurkan secara bertahap, dengan 200 paket diserahkan perdana bagi nelayan di Ujungpangkah.

Perwakilan SKK Migas Jabanusa, Dimas Ario Rudhy Pear, menekankan bahwa program ini bukan sekadar bantuan sosial, melainkan upaya memperkuat ketahanan ekonomi nelayan di sekitar wilayah operasional migas.

“Kolaborasi ini bertujuan memastikan bantuan tepat sasaran, terutama bagi nelayan kecil. Kami berharap ini bisa meringankan beban saat cuaca ekstrem dan meningkatkan produktivitas mereka ke depan,” ungkap Dimas.

Senada, Plt Kepala Dinas Perikanan Gresik, Eko Anindito, menambahkan bahwa program ini akan terus dikembangkan agar menjadi langkah berkelanjutan dalam menciptakan ekosistem perikanan yang lebih mandiri dan sejahtera.

Rasa syukur terpancar dari wajah para nelayan. Sulaiman (47), nelayan asal Desa Pangkah Kulon, mengaku sudah tiga bulan tidak bisa melaut karena cuaca buruk.

"Saya bersyukur sekali. Sudah tiga bulan tidak bekerja karena angin kencang. Bantuan ini sangat membantu kebutuhan keluarga kami saat musim baratan seperti sekarang," tuturnya haru.

Hal serupa diungkapkan Abdul Asis (34), nelayan asal Desa Tegalsari. Baginya, perhatian dari pemerintah dan perusahaan migas di tengah bulan Ramadan ini menjadi oase di tengah sulitnya mencari nafkah di laut. (jar/han) 

Editor : Hany Akasah
#Bantuan #Pemkab #gresik #SKK Migas #nelayan