RADAR GRESIK – Kementerian Sosial (Kemensos) Republik Indonesia bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik menggelar sosialisasi penerapan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Mandala Bhakti Praja ini mengusung tema kolaborasi program prioritas Presiden dalam rangka membangun sumber daya manusia menuju kemandirian ekonomi.
Baca Juga: Perkuat Sinergitas Pasca Lebaran, Forkopimda Gresik Gelar Halalbihalal di Kantor DPRD
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul disambut dengan penampilan memukau dari siswa Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 37 Gresik. Mereka menunjukkan bakat lewat paduan suara, pembacaan puisi, hingga pidato dalam empat bahasa: Inggris, Arab, Tagalog, dan Indonesia.
Kelancaran dan kepercayaan diri para siswa tersebut membuat suasana hening, menunjukkan para peserta terpukau melihat potensi besar dari anak-anak yang selama ini mungkin belum tersentuh proses pembangunan.
Dalam sambutannya, Gus Ipul menekankan bahwa Sekolah Rakyat merupakan wadah khusus bagi mereka yang berada pada kelompok ekonomi terendah.
Baca Juga: Efisiensi Energi Jadi Prioritas Utama, Pemkab Gresik Terapkan WFH Mulai Besok
"Yang sekolah di Sekolah Rakyat adalah mereka yang ada di desil 1, desil 2 DTSEN. Tidak boleh yang lain-lain. Sekarang masih belum semua tahu, tapi ke depan akan berebut. Karena sekolah rakyat ini memang bagi orang-orang khusus, orang-orang istimewa, orang-orang yang belum terbawa dalam proses pembangunan," tegas Gus Ipul.
Menurutnya, Sekolah Rakyat menjadi miniatur ideal dalam pengentasan kemiskinan. Melalui program ini, Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menerima penanganan secara utuh. Tidak hanya anak yang mendapatkan layanan pendidikan, namun keluarganya juga mendapatkan intervensi program strategis lainnya dari Presiden Prabowo Subianto.
"Luar biasa sekolah rakyat ini nanti. Sekolah ini anaknya sekolah, orang tuanya diberdayakan, rumahnya dibantu supaya lebih layak huni, mendapatkan bansos lengkap, dapat PBI satu keluarga, dan tentu mereka dapat program-program strategis presiden yang lain," jelasnya lebih lanjut.
Baca Juga: Waspada Penularan Campak di Gresik: Dinkes Catat 65 Kasus Suspek, Imunisasi Lengkap Jadi Kunci Utama
Terkait akurasi data, Gus Ipul mengingatkan bahwa DTSEN adalah instrumen yang dinamis karena setiap hari terjadi perubahan kependudukan seperti lahir, mati, hingga pindah domisili. Oleh karena itu, ia meminta pemerintah daerah dan pilar sosial untuk terus memperbarui data agar tidak statis.
Sejalan dengan Inpres No. 4 Tahun 2025, Presiden Prabowo menginginkan adanya data tunggal yang dikelola oleh BPS untuk memastikan seluruh perlindungan sosial tepat jangkauan.
"Diharapkan datanya tunggal, tidak ada lagi semua pegang data sendiri-sendiri," imbuhnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif menyampaikan bahwa Pemkab Gresik terus melakukan penyelarasan data, khususnya pada kelompok Desil 1-4 melalui ground check bersama BPS untuk memastikan kondisi riil di lapangan.
"Melalui kolaborasi program prioritas Presiden ini, kita tidak hanya berbicara tentang peningkatan kapasitas individu atau memandang masalah kemiskinan secara mikro, tetapi juga tentang menciptakan ekosistem yang mendukung kemandirian ekonomi masyarakat," kata Alif, yang dalam kesempatan tersebut hadir bersama Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani.
Sebagai penutup kegiatan, Mensos Gus Ipul menyerahkan bantuan kewirausahaan kepada 75 orang tua siswa SRMA 37 Gresik dengan total nilai bantuan mencapai Rp391.853.366.
Baca Juga: Tuntaskan Fase Kedua, Cargill Perkuat Kolaborasi Komunitas Cegah Stunting di Enam Desa Manyar Gresik
Penyerahan bantuan ini dilakukan secara simbolis kepada lima perwakilan orang tua siswa sebagai langkah awal penguatan ekonomi keluarga. (jar/han)
Editor : Hany Akasah