Seperti tahun sebelumnya pembelian hewan sapi dilakukan dengan cara iuran alias patungan. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan rasa persatuan antar jamaah sekaligus berbagi kepada masyarakat disekitar Musala.
Panitia penyembelihan hewan kurban Musala Mamba'ussaadah, Agus Diansyah mengatakan pada tahun ini jumlah hewan kurban yang disembelih memang mengalami penurunan. Hal ini tidak lepas dari adanya ketakutan masyarakat atas merebaknya wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
"Oleh karena itu seluruh panitia penyembelihan yang terlibat kali ini sebelumnya sudah dilatih oleh Dewan Masjid Indonesia (DMI) Gresik untuk mengetahui ciri hewan yang terkena wabah serta dibimbing tata cara penyembelihan hewan," kata Agus.
Pemuda yang juga Sekretaris Ranting Ansor Desa Pulopancikan itu memberikan apresiasi kepada masyarakat Desa Pulopancikan yang tetap menyalurkan hewan kurbannya untuk disembelih di Musala Mamba'ussadah.
"Hal ini membuktikan kecintaan masyarakat kepada musala Mambaussa'adah Desa Pulopancikan," tegasnya.
Sementara itu, Panitia yang lain Kusnan, menyebut pada momen Idul Adha kali ini pihaknya bisa mendistribusikan 320 kantong daging kepada masyarakat yang terdiri dari 221 kantong daging sapi dan 99 kambing dengan berat perkantong masing-masing 800 gram. (Fir/Han) Editor : Hany Akasah