Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Asal Muasal Julukan Cantik untuk Anggota DPD RI Lia Istifhama, Bukan Sekadar Penampilan, tapi Singkatan Bernilai

Hany Akasah • Senin, 14 Juli 2025 | 18:31 WIB
Asal Muasal Julukan “Cantik” untuk Anggota DPD RI Lia Istifhama: Bukan Sekadar Penampilan, tapi Singkatan Bernilai
Asal Muasal Julukan “Cantik” untuk Anggota DPD RI Lia Istifhama: Bukan Sekadar Penampilan, tapi Singkatan Bernilai

RADAR GRESIK — Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Jawa Timur, Dr. Lia Istifhama, ternyata memiliki panggilan unik yang cukup melekat di masyarakat: “Cantik”. Namun, sebutan itu bukan semata menonjolkan penampilan fisik, melainkan sebuah akronim yang sarat makna: Cerdas, Inovatif, dan Kreatif.

Julukan tersebut muncul dalam berbagai forum publik dan kegiatan sosial yang melibatkan senator asal Surabaya itu. Menurut Ning Lia, sapaan “Cantik” diberikan bukan untuk memuji tampilan luar, melainkan sebagai pengingat nilai-nilai penting yang harus dipegang oleh seorang wakil rakyat.

“Cantik itu sebenarnya singkatan cerdas, inovatif, dan kreatif. Jadi bukan hanya soal wajah, tapi sikap dan cara berpikir kita melayani masyarakat,” ungkap Lia Istifhama dalam salah satu kesempatan temu warga.

Ning Lia menjelaskan, istilah “Cantik” berawal dari kebiasaan para relawan dan pendukungnya yang ingin menekankan kualitas personal yang harus dimiliki seorang pemimpin perempuan.

Dalam diskusi internal mereka, muncul ide untuk merumuskan tiga nilai utama kecerdasan untuk merumuskan kebijakan, inovasi untuk menyelesaikan persoalan rakyat dengan cara baru, serta kreativitas untuk menghidupkan partisipasi masyarakat.

“Awalnya mereka bilang, ‘Bu Lia itu cantik.’ Tapi saya bilang jangan hanya itu, kasih arti. Jadilah: Cerdas, Inovatif, Kreatif. Akhirnya malah dipakai sampai sekarang,” jelas Ning Lia sambil tersenyum.

Di kalangan pendukungnya, sapaan “Bu Cantik” bukan hanya peneguhan personal branding, tapi juga semacam “tagline” untuk kampanye edukasi politik yang santun dan berorientasi solusi. Dalam berbagai kesempatan reses maupun diskusi publik, Ning Lia juga kerap menekankan pentingnya inovasi kebijakan yang berbasis kebutuhan lokal.

Selain dikenal dengan pendekatan keagamaan yang moderat, senator perempuan ini juga aktif dalam pemberdayaan UMKM, pendidikan keagamaan, serta advokasi kesehatan di Jawa Timur. Julukan “Cantik” semakin menegaskan citra dirinya sebagai wakil rakyat yang ingin mendorong perubahan lewat ide-ide segar, bukan sekadar retorika.

“Saya harap ‘Cantik’ bisa menjadi pengingat bagi siapa saja: pejabat, aktivis, siapapun. Bahwa kita perlu cerdas dalam memahami masalah, inovatif dalam mencari solusi, dan kreatif dalam bekerja sama dengan masyarakat,” pungkas Ning Lia.

Editor : Hany Akasah
#cantik #penampilan #akronim #Lia Istifhama #Ning Lia #DPD RI