Rencananya, selain penuntasan pengaspalan, pengerjaan ini sekaligus untuk memperlebar jalan dari yang awalnya 4 meter, menjadi lebar 7 meter. Dengan konstruksi aspal dan tembok penahan tanah jalan bronjong, diharapkan kualitas jalan akan lebih awet.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, dalam keterangannya menjelaskan bahwa ruas Jalan Betoyo — Dagang memiliki peran strategis dalam pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Gresik.
"Di samping sebagai memudahkan mobilitas, ruas ini merupakan ruas pendukung kawasan perikanan yang ada di wilayah Manyar dan sekitarnya. Disamping itu ruas ini juga termasuk dalam wilayah pendukung Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) JIIPE, sekaligus juga ruas penghubung antara Kabupaten Gresik dan Kabupaten Lamongan," terang Bupati Yani.
Tiga pertimbangan tersebut, membuat perbaikan ruas jalan ini menjadi perhatian untuk diselesaikan pada 2023. Ini merupakan langkah strategis Pemkab Gresik dalam perbaikan ekonomi paska pandemi, serta pendukung upaya peningkatan investasi di Kabupaten Gresik.
"Targetnya sekitar bulan November - Desember tahun 2023, pengerjaan bisa rampung," terang Kabid Bina Marga PUTR Eddy Pancoro.
Selain pembangunan jalan di Gresik utara, Jalan Poros Banjrasari Kecamatan Cerme dan Kedanyang Kecamatan Kebomas bakal digarap tahun ini. Dengan melalui ruas ini, pengguna jalan bisa menghindari kemacetan di wilayah Bunder dan exit tol Kebomas untuk menuju pusat kota. Ruas jalan yang sudah eksis saat ini akan dilakukan pengaspalan sepanjang kurang lebih 1.000 meter, dan lebar kurang lebih 6 meter. Peningkatan kualitas jalan ini, sejatinya merupakan kelanjutan dari proyek pengerjaan Jembatan Banjarsari pada tahun sebelumnya. (han)
Editor : Hany Akasah