Saat ini baru ada 84 pelaku usaha yang menggunakan tapping box. Dengan penggunaan tapping box, setiap transaksi akan lebih mudah dalam monitoring. Seperti omset tiap restoran dan cafe yang terintegrasi secara realtime dengan badan pendapatan.
Kepala BPPKAD Pemkab Gresik Reza Pahlevi mengatakan, penggunaan tapping box ini bisa mengurangi resiko kebocoran. Sebab setiap transaksi pembayaran di kasir langsung terkoneksi dengan BPPKAD.
“Ini sedang kami upayakan untuk menerapkan tapping box,” ujarnya.
Dikatakan, terdapat setidaknya 1.200 potensi restoran dan cafe yang bisa menggunakan tapping box. Pihaknya masih berkomunikasi dengan ke Bank Jatim selaku penyedia jasa untuk menambah jumlah tapping box.
Apabila pengajuan tersebut terealisasi akan sangat membantu dalam pendaptan pajak restoran.
"Karena setiap transaksi langsung terkoneksi, karena itu kami bisa tau omset secara nyata,” pungkas dia.
Sekedar diketahui, penggunaan tapping box mulai dilakukan pemkab sejak 2019 lalu. (rof)
Editor : Hany Akasah