Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Percepat Pembangunan Fasilitas Umat dan Legalitas Mushola, Safari Ramadan MUI Gresik Fokus pada Penguatan Administrasi

Fajar Yuliyanto • Jumat, 27 Februari 2026 | 06:33 WIB

SINERGI : Suasana hangat saat kegiatan berlangsung bersama warga guna membahas percepatan fasilitas umum dan penguatan tata kelola tempat ibadah.
SINERGI : Suasana hangat saat kegiatan berlangsung bersama warga guna membahas percepatan fasilitas umum dan penguatan tata kelola tempat ibadah.

RADAR GRESIK – Momentum bulan suci Ramadan dimanfaatkan oleh jajaran Kelurahan Sidomoro bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Gresik untuk memperkuat komunikasi dengan masyarakat.

Melalui kegiatan Safari Ramadan yang digelar di Musholla Al Ikhlas, Kamis (26/2), berbagai isu penting mulai dari pembangunan infrastruktur keagamaan hingga legalitas rumah ibadah menjadi bahasan utama.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Kelurahan Sidomoro Jhonis Wahyu Basuki, jajaran pengurus MUI Kecamatan Gresik, Kepala KUA, serta para tokoh masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Lurah Sidomoro Jhonis Wahyu Basuki menegaskan komitmen pemerintah dalam mendukung sarana prasarana penunjang kegiatan keagamaan. Salah satu yang menjadi prioritas adalah penyelesaian markas bagi para ulama di tingkat kecamatan.

“Insyaallah dalam waktu dekat kantor MUI Kecamatan Gresik akan segera diselesaikan. Setelah Lebaran juga direncanakan pelantikan pengurus MUI Kecamatan Gresik, sekaligus menjalankan program-program lainnya,” ujar Jhonis.

Langkah ini diharapkan dapat memberikan wadah bagi MUI untuk menjalankan program keumatan secara lebih optimal dan terorganisir di wilayah Kecamatan Gresik dan sekitarnya.

Sesi diskusi menjadi menarik saat Ketua Takmir Musholla Al Ikhlas mempertanyakan alur legalitas rumah ibadah. Menanggapi hal tersebut, Nasihun Amin selaku Kepala KUA Kecamatan Gresik sekaligus Dewan Pertimbangan MUI, menyatakan kesiapannya untuk melakukan pendampingan secara langsung.

Nasihun merinci dua poin krusial terkait legalitas musholla yang harus diperhatikan para pengurus. Pertama, pihak takmir perlu memastikan status fisik tanah dengan mengecek sertifikat kepemilikan atau berkoordinasi langsung dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Kedua, pengurus harus melengkapi legalitas kepengurusan melalui administrasi kelurahan serta mengantongi sertifikat ketakmiran dari DMI maupun KUA.

“Kami berkomitmen membantu seluruh proses tersebut. Selain itu, pengurus juga harus memastikan kejelasan status wakaf, keabsahan amil zakat, hingga sertifikasi arah kiblat agar seluruh pelaksanaan ibadah berjalan sesuai ketentuan,” tegas Nasihun.

“Semua akan kita bantu. Selain itu, penting juga kepastian status wakaf, keabsahan amil zakat, hingga sertifikasi arah kiblat agar pelaksanaan ibadah berjalan sesuai ketentuan,” tegas Nasihun.

Ketua MUI Kecamatan Gresik, KH Khoirul Anam Risa, menutup rangkaian kegiatan dengan memberikan apresiasi kepada para pengurus takmir yang tetap teguh menjaga tradisi keagamaan lokal.

Menurutnya, menjaga warisan amaliyah para pendahulu adalah bentuk penghormatan tertinggi bagi para sesepuh desa.

“Dengan silaturahmi ini semoga hubungan antara MUI dan masyarakat semakin erat. Usulan yang disampaikan tadi Insyaallah segera kita eksekusi agar berjalan lancar,” pungkas KH Khoirul Anam sebelum memimpin doa penutup.

Safari Ramadan ini tidak hanya menjadi ajang berbagi ilmu, tetapi juga menjadi solusi nyata bagi persoalan administratif rumah ibadah yang selama ini menjadi pertanyaan warga di Kelurahan Sidomoro. (jar/han) 

Editor : Hany Akasah
#kelurahan #sidomoro #Safari Ranadan #gresik #MUI #kebomas