RADAR GRESIK - Anggota DPRD Kabupaten Gresik, Muhammad Kurdi, kembali turun ke tengah masyarakat untuk menyerap aspirasi melalui kegiatan reses yang digelar di Pondok Pesantren Al Muniroh, Ujungpangkah.
Dalam pertemuan tersebut, usulan mengenai perbaikan dan pelebaran jalan penghubung antara Kecamatan Sidayu (Desa Golokan) menuju Kecamatan Ujungpangkah (Desa Pangkahwetan) menjadi isu yang paling mendominasi pembicaraan warga.
Salah satu warga yang hadir, Zubaidah, menyoroti kondisi jalan kabupaten yang lebih dikenal masyarakat dengan sebutan “Jalan Telon Pangkah”.
Ruas jalan sepanjang kurang lebih 8 kilometer ini merupakan urat nadi bagi lima desa, yakni Golokan, Tanjangawan, Ketapang, Karangrejo, dan Pangkahwetan.
“Jadi jalan ini menjadi akses utama dari Kecamatan Sidayu menuju wilayah Ujungpangkah dan sekitarnya di kawasan paling utara di Kabupaten Gresik,” kata Zubaidah menjelaskan urgensi jalur tersebut bagi mobilitas warga.
Menanggapi keluhan konstituennya, Muhammad Kurdi yang juga merupakan Anggota Komisi II DPRD Gresik, membenarkan bahwa kondisi jalan tersebut sudah mendesak untuk segera ditangani.
Saat ini, lebar jalan eksisting hanya sekitar 4,5 meter dan belum dilengkapi Tembok Penahan Tanah (TPT) di sisi kanan maupun kirinya. Padahal, standar ideal untuk jalan kelas kabupaten minimal adalah 6 meter dengan penguatan konstruksi yang memadai.
“Dengan lebar hanya 4,5 meter dan kanan kiri masih berupa semak belukar karena belum ada TPT, sangat rawan terjadi serempetan saat dua kendaraan berpapasan. Bahkan kendaraan besar seperti bus kesulitan, apalagi yang ukurannya lebih besar,” ucap politisi yang akrab disapa Gus Kurdi tersebut pada Senin, (23/2).
Politisi dari Fraksi Gerindra ini menegaskan bahwa jalur tersebut bukan sekadar akses alternatif, melainkan jalur utama yang paling padat dilalui masyarakat Ujungpangkah hingga wilayah utara Panceng.
Ia mengungkapkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Bidang Bina Marga DPUTR Gresik untuk menghitung estimasi anggaran yang dibutuhkan, yang diprediksi mencapai Rp 43 miliar untuk perbaikan menyeluruh.
“Dengan anggaran sebesar itu, tentu tidak mungkin diselesaikan dalam satu tahun anggaran. Tidak apa-apa jika menggunakan skema multiyears, dicicil per ruas atau per paket setiap tahunnya, yang penting ada komitmen realisasi,” jelas Gus Kurdi.
Gus Kurdi berharap pemerintah daerah memberikan perhatian serius terhadap aspirasi ini, mengingat pembangunan infrastruktur jalan merupakan salah satu prioritas Pemerintah Kabupaten Gresik.
Ia berkomitmen untuk terus mengawal usulan ini hingga terealisasi demi keamanan dan kenyamanan aktivitas ekonomi warga sehari-hari.
“Harapannya agar pemerintah benar-benar memberi perhatian serius terhadap kondisi Jalan Telon Pangkah. Kami berharap segera ada perbaikan karena jalan ini sangat penting bagi aktivitas warga sehari-hari,” pungkasnya. (jar/han)
Editor : Hany Akasah