Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Kabar Gembira bagi Petambak! Pemkab Gresik Siap Salurkan Ribuan Ton Pupuk Subsidi Perikanan

Fajar Yuliyanto • Sabtu, 31 Januari 2026 | 06:21 WIB
PENYALURAN : Pemerintah Kabupaten Gresik akan menyalurkan 9.825 ton pupuk bersubsidi sektor perikanan.
PENYALURAN : Pemerintah Kabupaten Gresik akan menyalurkan 9.825 ton pupuk bersubsidi sektor perikanan.

RADAR GRESIK – Setelah sempat terhenti sejak tahun 2021, Pemerintah Kabupaten Gresik melalui Dinas Perikanan memastikan alokasi pupuk bersubsidi untuk sektor perikanan kembali hadir di tahun anggaran 2026. Sebanyak 9.825 ton pupuk dijadwalkan mulai tersalurkan kepada para petambak pada akhir Januari ini.

Langkah ini menjadi angin segar bagi sektor perikanan budidaya di Gresik, mengingat ketergantungan petambak terhadap pupuk untuk menjaga ketersediaan pakan alami di tambak sangatlah tinggi.

Kepala Bidang Perikanan Budidaya Dinas Perikanan Kabupaten Gresik, Ratna Heri Sulistyowati, merinci bahwa total bantuan tersebut terdiri dari tiga jenis pupuk utama. 

Dimana terdiri dari pupuk urea sebanyak 4.721 ton, pupuk SP-36 sebanyak 4.598 ton, dan pupuk organik sebanyak 506 ton. 

Kecamatan Duduksampeyan tercatat menerima alokasi terbesar yakni 2.501 ton, disusul oleh Kecamatan Manyar (1.696 ton), Bungah (1.518 ton), dan Sidayu (1.195 ton). Sebaran lainnya mencakup wilayah Cerme, Ujungpangkah, Dukun, Kebomas, hingga wilayah selatan seperti Balongpanggang, Benjeng, dan Menganti.

Meski alokasi sudah ditetapkan, realisasi di lapangan masih menunggu proses administratif dari pemerintah pusat. Saat ini, Dinas Perikanan terus berkoordinasi dengan PT Pupuk Indonesia dan menunggu finalisasi aplikasi dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

"Aplikasi dari kementerian saat ini masih dalam proses finalisasi. Jika sudah tuntas, segera kami realisasikan. Targetnya paling lambat akhir Januari ini sudah bisa tersalurkan," ujar Ratna, Jumat (30/1).

Kehadiran pupuk subsidi ini diharapkan mampu mendongkrak produksi pakan alami di tambak tradisional. Dengan melimpahnya pakan alami, beban petambak untuk membeli pakan buatan dapat berkurang, sehingga biaya operasional lebih efisien.

Selain mengandalkan pupuk, Dinas Perikanan juga mulai mengedukasi petambak untuk beralih ke praktik budidaya ramah lingkungan melalui penggunaan probiotik.

"Kami mendorong penggunaan bakteri baik atau probiotik. Selain membantu mengurai sisa organik dan meningkatkan ketahanan ikan/udang, probiotik ini bisa mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia dan pakan buatan. Hasilnya, biaya produksi turun dan lingkungan tambak tidak tercemari," pungkasnya. (jar/han) 

Editor : Hany Akasah
#urea #petambak #pupuk subsidi #gresik #duduksampeyan #perikanan