RADAR GRESIK – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Gresik menggelar diskusi strategis melalui Dialog Publik bertajuk “Smart Budgeting dan Smart Revenue: Arah Baru Peningkatan PAD Untuk Kemandirian Daerah”.
Forum ini mengupas tuntas upaya penguatan fiskal daerah melalui pengelolaan anggaran yang efektif dan penggalian potensi pendapatan asli daerah (PAD) yang berkelanjutan, Kamis (22/1).
Ketua PWI Kabupaten Gresik, Deni Ali Setiono, menegaskan bahwa esensi dari smart budgeting adalah memastikan setiap rupiah anggaran memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Baca Juga: Perkuat Sinergitas, Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution Sambangi Kantor PWI
Sementara itu, smart revenue menuntut pemerintah daerah untuk lebih kreatif dalam mengelola aset dan mengoptimalkan sektor pajak seperti reklame jalan raya.
“Dengan mengintegrasikan smart budgeting dan smart revenue, daerah dapat memperkuat fiskal, mengurangi ketergantungan pada pemerintah pusat, serta mendorong pembangunan yang inklusif,” ujar Deni.
Apresiasi senada disampaikan Ketua PWI Jawa Timur, Lutfil Hakim. Ia menilai inisiatif PWI Gresik ini bukan sekadar tuntutan, melainkan tawaran kebijakan konstruktif yang layak dikaji oleh pemangku kepentingan demi kemajuan daerah.
Potensi dan Tantangan PAD Gresik Wakil Bupati Gresik, dr. Asluchul Alif, yang hadir dalam acara tersebut memaparkan komposisi pendapatan daerah. Saat ini, 95 persen PAD Gresik masih didominasi oleh pajak daerah.
“Kontribusi terbesar berasal dari Pajak Penerangan Jalan (PPJ) sekitar 30 persen, listrik industri 25 persen, dan PBB sekitar 20 persen. Hingga Desember 2025, realisasi PAD kita telah mencapai bahkan melampaui target yang direncanakan,” jelas dr. Alif.
Namun, tantangan besar menanti di tahun 2026. Ketua DPRD Kabupaten Gresik, M. Syahrul Munir, mengungkapkan adanya kebijakan baru terkait dana transfer pusat yang nilainya mencapai Rp539 miliar. Penyesuaian ini diprediksi akan berdampak pada alokasi pembangunan infrastruktur.
Baca Juga: Kawal Aspirasi Warga Ngipik, Anggota DPRD Gresik Fokuskan Usulan pada Pencegahan Banjir Kota
“Dengan adanya pengurangan dana transfer, PAD menjadi fokus utama kami di legislatif mulai tahun 2026. Kami akan mendorong kebijakan anggaran agar benar-benar berpihak pada kesejahteraan dan pelayanan langsung kepada masyarakat,” tegas Syahrul Munir.
Melalui dialog ini, diharapkan muncul sinergi antara pemerintah, legislatif, dan sektor swasta untuk menciptakan sumber pendapatan baru yang inovatif demi menjaga keberlangsungan pembangunan di Kabupaten Gresik. (jar/han)
Editor : Hany Akasah