Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Dukung Swasembada Pangan, Dispertan Gresik Siapkan 34 Ribu Hektar Lahan Jagung untuk Musim Tanam 2026

Fajar Yuliyanto • Selasa, 20 Januari 2026 | 08:04 WIB
MUSIM TANAM : Kepala Dispantan Gresik, Eko Anindito Putra saat penanaman jagung tahun 2025.
MUSIM TANAM : Kepala Dispantan Gresik, Eko Anindito Putra saat penanaman jagung tahun 2025.

RADAR GRESIK – Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Gresik memperkuat komitmennya dalam mendukung program swasembada pangan nasional, khususnya pada komoditas jagung.

Untuk tahun 2026, pemerintah daerah telah menyiapkan lahan seluas kurang lebih 34.663,47 hektar yang tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Gresik.

Kepala Dispertan Gresik, Eko Anindito Putra, menjelaskan bahwa aktivitas tanam sudah mulai berjalan sejak awal tahun ini, meskipun puncaknya diprediksi terjadi pada bulan depan.

“Bulan Januari ini, penanaman jagung dilakukan di Pulau Bawean, tepatnya di Kecamatan Tambak, dengan luas tanam mencapai 4 hektare,” kata Eko, Senin (19/1).

Untuk wilayah daratan Gresik, rencana tanam jagung saat ini masih menunggu selesainya proses panen padi di beberapa titik. Wilayah seperti Panceng, Sidayu, Dukun, dan Ujungpangkah akan segera dialihkan untuk penanaman jagung setelah masa panen padi usai.

Eko memprediksi bahwa puncak musim tanam akan jatuh pada periode Februari hingga Maret 2026 yang mencakup wilayah Gresik Utara hingga Gresik Selatan.

“Nanti di bulan Februari hingga Maret, rencananya akan dilakukan penanaman jagung di tiap kecamatan yaitu Panceng, Sidayu, Dukun, dan Ujungpangkah, serta Wringinanom, Driyorejo, Kedamean, dan Menganti. Seluruh rencana tanam ini berasal dari usulan petugas kelompok tani di masing-masing kecamatan yang dihimpun melalui penyuluh lapangan Dinas Pertanian Kabupaten Gresik,” ungkapnya.

Program penanaman jagung secara masif ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan jagung dalam negeri, baik sebagai bahan pakan ternak maupun konsumsi pangan. Dengan tercukupinya kebutuhan nasional, ketergantungan terhadap impor jagung diharapkan dapat ditekan secara signifikan.

Selain penguatan ketahanan pangan, Eko menekankan dampak positif bagi ekonomi lokal melalui optimalisasi lahan pertanian sepanjang tahun.

“Program ini juga diharapkan dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani jagung di Kabupaten Gresik melalui optimalisasi pemanfaatan lahan pertanian,” pungkasnya. (jar/han)

Editor : Hany Akasah
#ujungpangkah #gresik #jagung #swasembada pangan #DINAS pertanian