RADAR GRESIK – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Gresik melakukan monitoring langsung terhadap pelaksanaan pembongkaran bangunan rumah yang berdiri di atas saluran air di Jalan Kramat Langon, Kecamatan Gresik.
Langkah ini diambil untuk memastikan penanganan tuntas terhadap saluran tersumbat yang sebelumnya menyebabkan banjir hingga setinggi satu meter di kawasan tersebut.
Wakil Ketua III DPRD Gresik, Abdullah Hamdi, menyampaikan hasil peninjauan lapangan menunjukkan bahwa saluran yang seharusnya berfungsi optimal menyempit hingga tersisa kurang dari sekitar 60 centimeter.
Penyempitan ini diketahui terjadi akibat penyumbatan yang dilakukan oleh salah satu pemilik rumah.
“Alhamdulillah, pemilik rumah dengan kesadaran telah melakukan pembongkaran. Selanjutnya pekerjaan dilanjutkan oleh teman-teman DCKPKP. Tujuannya untuk mengembalikan lebar saluran sesuai ukuran normal,” kata Hamdi, Senin (1/12).
DPRD Gresik memastikan bahwa setelah proses pembongkaran selesai, area tersebut akan disterilkan dari bangunan dan tidak akan ditempati atau dibangun ulang oleh pemilik rumah.
Hal ini demi memulihkan fungsi saluran air dan mencegah terulangnya bencana banjir di masa mendatang.
Hamdi menekankan pentingnya pengawasan rutin di kawasan Polopancikan, Gresik, dan berharap Dinas Cipta Karya, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DCKPKP) Gresik terus melakukan monitoring berkala.
Menyoroti temuan di lapangan, Hamdi menyuarakan perlunya perhatian lebih, terutama dari sisi alokasi anggaran untuk penanganan drainase perkotaan.
“Melihat kondisi seperti ini, memang perlu perhatian lebih, terutama dari sisi anggaran untuk penanganan saluran perkotaan. Terutama pemeliharaan saluran, termasuk rumah pompa dan fasilitas pendukung lainnya, harus menjadi prioritas,” ungkapnya. (jar/han)
Editor : Hany Akasah