RADAR GRESIK – Upaya memperkuat keamanan dan ketertiban di Kabupaten Gresik terus ditingkatkan. Pada Jumat malam (29/11), Bupati Gresik Fandi Ahmad Yani bersama Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke beberapa Pos Satuan Keamanan Lingkungan (Satkamling).
Namun sidak kali ini juga dimanfaatkan untuk membahas persoalan serius lainnya: truk besar yang kerap masuk jalan lingkungan (truk mokong).
Bupati dan Kapolres sepakat bahwa salah satu solusi yang tengah dikaji adalah pembangunan portal di sejumlah titik rawan, sekaligus menyesuaikan dengan ketentuan UU Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). Evaluasi mendalam pun dilakukan untuk memastikan kebijakan tetap selaras dengan aturan nasional.
Di sela-sela sidak, Gus Yani menegaskan bahwa pemerintah daerah mendapatkan banyak laporan soal truk besar yang nekat melintas di jalan perumahan dan perkampungan. Kondisi ini membahayakan warga dan merusak infrastruktur jalan lingkungan.
“Kami bersama Kapolres sedang membahas lebih dalam penerapan portal sesuai regulasi. Jangan sampai portal berdiri, tapi tidak sesuai UU Lalu Lintas dan Jalan Raya,” ujar Bupati Yani.
Kapolres AKBP Rovan menambahkan bahwa pihaknya siap memberikan panduan teknis agar langkah tersebut tidak bertentangan dengan aturan, sekaligus tetap memberi ruang bagi kendaraan darurat seperti ambulans dan pemadam kebakaran.
“Portal bukan sekadar penghalang, tapi bagian dari pengaturan lalu lintas. Kita pastikan sesuai hukum dan tepat sasaran,” tegas Kapolres.
Selain membahas truk mokong, sidak juga bertujuan mengecek kesiapsiagaan Satkamling. Dua pos yang dikunjungi yakni pos Satkamling Desa Cerme Kidul RT 02/RW 05, Kecamatan Cerme dan Pos Satkamling Desa Yosowilangun RW 12, Kecamatan Manyar.
Kapolres mengapresiasi tingginya partisipasi masyarakat menjaga keamanan lingkungan.
“Satkamling Cerme Kidul dan Yosowilangun mampu menjaga kondusivitas melalui gotong royong,” ujar AKBP Rovan.
Ia juga mendorong penerapan one gate system, penguatan peran linmas, dan pemanfaatan CCTV untuk menekan peluang tindak kriminal.
“Kejahatan terjadi karena niat dan kesempatan. Satkamling yang siaga menutup kesempatan itu,” tambahnya.(jar/han)
Editor : Hany Akasah