RADAR GRESIK – Penguatan legalitas dan perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI) berbasis komunitas di Gresik kini mendapat dukungan internasional.
Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) bersama Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ) dari Jerman dan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) RI resmi menggelar Kick-off Forum Multi-Stakeholder dan Pelatihan Prosedur Migrasi Aman (PMA).
Acara yang merupakan bagian dari Program Penguatan P2MI Berbasis Komunitas (P2MI-BK) ini dilaksanakan pada Rabu (19/10).
Kick-off ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk Sekda Gresik Achmad Washil Miftahul Rachman, Kepala BP3MI Jatim Gimbar Ombai Helawarnana, serta sejumlah kepala dinas dan 10 perwakilan pemerintah desa dampingan.
Ketua Tim Lakpesdam PBNU, Lilik Purwandi, menjelaskan bahwa program ini bertujuan untuk melakukan konsolidasi, edukasi, dan advokasi terkait migrasi aman.
"Desa Imaan, Mentaras, Lowayu, Sumurber, Wotan, Dalegan, Campurejo, Ngemboh, Cangaan, dan Banyuurip menjadi locus pendampingan. Program ini menyasar migrasi aman, purna PMI, hingga keluarga PMI," jelas Lilik.
Target utama dari program ini adalah mendorong hadirnya legalitas, seperti Peraturan Daerah (Perda) dan Peraturan Desa (Perdes), khusus untuk PMI, demi menjamin perlindungan mereka secara hukum.
Kepala BP3MI Jawa Timur, Gimbar Ombai Helawarnana, dalam kesempatan tersebut menegaskan kembali posisi Jawa Timur sebagai provinsi penyumbang PMI terbesar di Indonesia.
"Terdapat 297.433 warga Indonesia bekerja di luar negeri, dan 79.339 di antaranya berasal dari Jawa Timur. Ini hampir 26 persen dari total nasional," ungkapnya.
Ia juga menyoroti besarnya kontribusi PMI, di mana remitansi (kiriman uang) pada tahun 2024 mencapai lebih dari Rp67 triliun. Negara tujuan terbanyak adalah Hong Kong, Malaysia, dan Taiwan, dengan mayoritas bekerja sebagai Asisten Rumah Tangga (ART).
Sekda Gresik Achmad Washil Miftahul Rachman, saat membacakan sambutan Bupati Fandi Akhmad Yani, menyampaikan apresiasi tinggi atas sinergi antara NU, GIZ, dan pemerintah.
"Bupati Gresik sangat memberi perhatian pada isu PMI, khususnya terkait legalitas anak PMI di Malaysia. Kami menyambut baik Kick-off Program Pelindungan Pekerja Migran Berbasis Komunitas. Inisiatif dari Lakpesdam PBNU ini memberi dampak nyata bagi PMI dan keluarganya," pungkasnya.
Dengan adanya program P2MI-BK ini, diharapkan perlindungan terhadap PMI, mulai dari pra-keberangkatan hingga kembali ke tanah air, dapat diperkuat melalui legalitas dan pengawasan berbasis komunitas. (jar/han)
Editor : Hany Akasah