RADAR GRESIK – Keterbatasan fasilitas di kantong parkir Ngawen, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik, kembali menjadi sorotan. Meski sudah difungsikan sebagai tempat singgah kendaraan berat saat jam larangan operasional, sarana pendukung di lokasi tersebut dinilai masih jauh dari kata ideal.
Kepala Bidang Tata Kelola Prasarana (TKPP) Dinas Perhubungan (Dishub) Gresik, Femmy Husada, mengakui bahwa fasilitas penunjang di terminal maupun kantong parkir memiliki peran penting untuk meningkatkan kepatuhan sopir terhadap aturan.
“Fasilitas seperti toilet dan sumber air bersih memang sudah tersedia, tapi jumlah dan kualitasnya masih belum memadai. Begitu pula fasilitas lain seperti pujasera, tempat ibadah, area istirahat, hingga akses internet, juga belum terealisasi,” jelas Femmy, Senin (6/10/2025).
Sementara itu, anggota Komisi III DPRD Gresik, Yuyun Wahyudi, menilai permasalahan yang dihadapi Dishub Gresik bukan semata-mata soal keterbatasan dana, melainkan soal prioritas dan urgensi pembangunan.
Menurutnya, hingga kini belum ada alokasi anggaran APBD khusus untuk penguatan fasilitas di Kantong Parkir Ngawen. Meski begitu, ia menegaskan hambatan utama bukan pada nominal dana, melainkan pertimbangan kebermanfaatan proyek.
“Memang belum ada arahan anggaran APBD untuk fasilitas di sana. Tapi bukan karena keterbatasan anggaran, melainkan karena urgensitas pembangunan di Gresik yang harus diprioritaskan,” ujar Yuyun.
Yuyun menambahkan, di sekitar area terminal sebenarnya sudah tersedia fasilitas dasar seperti warung, toilet umum, dan sumber air bersih, meski kualitasnya masih terbatas.
“Lingkungan sekitar sudah ada warung dan toilet umum. Air bersih juga ada, meski tidak bisa untuk mandi. Mushola juga dekat, tepatnya di sekitar Puskesmas Sidayu,” tambahnya.
Lebih lanjut, Yuyun menjelaskan bahwa kantong parkir Ngawen disiapkan untuk kebutuhan taktis dan armada besar dengan kapasitas hingga 100 ton. Struktur tanah di lokasi juga dinilai cukup kuat dan aman bagi kendaraan berat yang parkir.
“Lahan di sana memang dirancang untuk armada besar, dan struktur tanahnya sudah memenuhi standar agar tidak merugikan kendaraan yang parkir,” pungkasnya. (jar/han)
Editor : Hany Akasah