RADAR GRESIK – Komitmen pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan terus berlanjut di Kabupaten Gresik. Kementerian Pertanian (Kementan) baru-baru ini menyalurkan bantuan dua unit combine harvester (alat panen padi) kepada Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di dua lokasi, yaitu di Desa Raci Wetan, Kecamatan Bungah, dan Desa Tumapel, Kecamatan Duduksampeyan.
Bantuan alat panat modern ini merupakan hasil rekomendasi yang diinisiasi oleh Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur dari Fraksi Gerindra, MH. Rofiq.
MH. Rofiq, yang akrab disapa Gus Rofiq, menyampaikan bahwa bantuan ini selaras dengan komitmen Prabowo Subianto dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
“Dari Kementerian Pertanian ini merupakan komitmen Bapak Prabowo untuk swasembada pangan, agar ketahanan pangan betul-betul terwujud. Harapannya Indonesia tidak hanya menjadi lumbung pangan nasional, tetapi juga dunia,” ujar Gus Rofiq saat berada di Desa Raci Wetan.
Gus Rofiq berpesan agar bantuan combine harvester ini dikelola secara profesional dan transparan oleh Gapoktan penerima.
“Jangan sampai ada masalah dalam pemasukan uang atau internal kelompok. Alat ini harus dijaga dengan baik dan menghasilkan keuntungan, tidak hanya untuk memanen padi di Desa Raci Wetan, tetapi juga melayani petani di desa lain di Kabupaten Gresik,” tambahnya.
Anggota Komisi II DPRD Gresik, Muhammad Kurdi, turut menyampaikan dukungan penuh. Ia menilai kehadiran alat panen modern ini akan meningkatkan produktivitas dan nilai ekonomi petani.
“Bantuan ini sangat penting untuk mendukung pertanian. Syukur-syukur kalau Gapoktan bisa mandiri dan berkembang dari hasil penyewaan alat pertanian. Kami di Komisi II DPRD Gresik tentu mendukung penuh agar petani Gresik semakin sejahtera,” terang Gus Kurdi.
Kepala Dinas Pertanian Gresik, Eko Anindito Putra, menjelaskan bahwa bantuan ini juga diharapkan dapat mendorong terbentuknya Usaha Pelayanan Jasa Alsintan (UPJA) di tingkat kelompok tani.
“Alat combine ini dapat disewakan kepada petani lain sehingga dana yang terkumpul bisa digunakan untuk perawatan, perbaikan, bahkan menambah unit baru. Dengan begitu Gapoktan bisa mandiri dan terus berkembang,” jelas Eko.
Dengan hadirnya dua unit combine harvester ini, proses panen padi di Gresik diharapkan menjadi lebih efisien, mampu menekan biaya produksi, dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan petani serta memperkuat ketahanan pangan nasional. (jar/han)
Editor : Hany Akasah