RADAR GRESIK - Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Gresik melakukan kunjungan lapangan untuk memantau langsung perkembangan proyek pembangunan dan peningkatan jalan di beberapa ruas vital di Kabupaten Gresik.
Kunjungan ini mencakup ruas Jalan Cerme Lor-Punduttrate, Jalan Morowudi-Benjeng, dan Jalan Metatu-Balongpanggang.
Di ruas Jalan Cerme Lor-Punduttrate, Komisi III meninjau proyek rigid beton dengan ketebalan 25 cm dan panjang sekitar 700 meter. Proyek senilai sekitar Rp3 miliar ini juga mencakup pemasangan tembok penahan tanah (TPT) dan tiang pembatas jalan.
Wakil Ketua III DPRD Gresik, Abdullah Hamdi, menyatakan bahwa progres pekerjaan sudah mencapai 10 persen, melampaui target awal yang hanya 6 persen. Meski begitu, Hamdi memberikan beberapa catatan penting.
“Progresnya sudah melebihi dari target, namun ada beberapa catatan yang perlu menjadi perhatian seperti pengawasan TPT agar kuat dan tidak ambrol, dan perapihan bekas galian,” ujarnya.
Hamdi juga menekankan pentingnya penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) mengingat lokasi proyek yang padat dilalui masyarakat.
Di ruas Jalan Morowudi-Benjeng, Komisi III menilai pemasangan U-Ditch sudah cukup baik. Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Mulai dari pasir untuk bantalan U-Ditch harus disesuaikan dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB).
Selain itu diperlukan proses dewatering atau pengeringan lokasi sebelum pemasangan U-Ditch. "Serta bekas galian tanah harus dikeluarkan dan diganti dengan material baru seperti sirtu untuk mencegah amblas di kemudian hari," terangnya.
Sementara itu, proyek pelebaran jalan di ruas Metatu-Balongpanggang, dengan pekerjaan aspal sepanjang sekitar satu kilometer dan TPT, dinilai sudah rapi dan memuaskan. Progresnya secara keseluruhan telah melebihi target mingguan sebesar 3 persen.
Kunjungan ini diikuti oleh seluruh anggota dan pimpinan Komisi III DPRD Gresik, serta pelaksana dan pengawas dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR). Ketua Komisi III DPRD Gresik, Sulisno Irbansyah, berharap seluruh pekerjaan dapat diselesaikan tepat waktu dan sesuai standar.
"Pengawasan oleh Dinas PUTR sudah cukup baik namun perlu ditingkatkan agar pelaksanaan proyek tepat sasaran dan selesai sesuai jadwal," kata Sulisno.
Ia menegaskan bahwa pengawasan dilakukan secara komprehensif bersama tim agar kualitas dan ketepatan waktu proyek dapat terus ditingkatkan, sehingga hasilnya bisa langsung dirasakan oleh masyarakat Gresik. (jar/han)
Editor : Hany Akasah